Tuesday, 08 October 2019 | 10:57:14 WIB | 17 Pembaca

Bantuan Pasca Bencana Chevron Bangun Pustu Plus Pertama di Sulawesi Tengah

Sosial Dan Budaya

Foto:Bantuan Pustu paska bencana dan gempa bumi di Sulawesi ( johnson)

Portalriau- Sigi  – Sulawesi Tengah akan memiliki Pukesmas Pembantu (Pustu) Plus yang pertama di provinsi tersebut. Lokasinya di Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, sekitar 20 km sebelah selatan Kota Palu. Fasiltas kesehatan tingkat pratama tersebut akan menyediakan layanan dokter, perawat, dan bidan di satu lokasi sehingga berbeda dibandingkan layanan Pustu pada umumnya. 

 

Pembangunan Pustu Plus tersebut merupakan bantuan pemulihan pasca bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah pada tahun lalu. Dana pembangunannya berasal dari sumbangan para karyawan dan perusahaan Chevron yang beroperasi di Riau, KalimantanTimur, dan   Jakarta. Chevron   merupakan   Kontraktor   Kontrak   Kerja   Sama   (KKKS)   dari Pemerintah Indonesia dalam kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi.

 

Acara   peletakan   batu   pertama   (groundbreaking)   pembangunan   Pustu   Plus   di   Desa   Beka berlangsung pada Senin, 7 Oktober 2019. Kegiatan dihadiri oleh Asisten I Provinsi Sulawesi Tengah Muhamad Faisal Mang, Asisten I Kabupaten Sigi Andi Ilham, Vice President SMO Operations Chevron Nurhasan,  Pembina Yayasan Kemanusiaan Muslim Indonesia (YKMI) Muchtar Razali, serta para tokoh masyarakat.

 

”Kami dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sangat menghargai upaya yang sudah dilakukan oleh Chevron dan YKMI dalam membantu proses pemulihan daerah kami, khususnya dalam penyediaan sarana kesehatan, ” kata Asisten I Pemprov Sulawesi Tengah Muhamad Faisal Mang. Dia juga mengatakan, kesuksesan sebuah perusahaan itu tidak hanya diukur dari aset yang dikelola, tapi juga dari manfaat sosial yang diberikan. "

 

Sumbangan karyawan Chevron dikumpulkan melalui sebuah insiatif internal yang diberi nama Program Chevron Berbakti. Sumbangan yang terkumpul kemudian ditambahkan dengan jumlah yang sama oleh Perusahaan, atau dikenal dengan skema matching fund. ”Meski berjarak ribuan kilometer,   karyawan kami  turut   merasakan kesedihan  yang   dialami   saudara-saudara kita   di Sulawesi Tengah ketika terjadi bencana gempa bumi dan tsunami. Sumbangan ini merupakan wujud empati karyawan Chevron untuk membantu masyarakat Sulawesi Tengah agar segera bangkit kembali,’’ tutur Vice President SMO Operations Chevron Nurhasan. Untuk  kesinambungan   jangka   panjang,   lanjut   dia,  operasional  Pustu   Plus   ini   membutuhkan dukungan dari Pemkab Sigi, terutama Dinas Kesehatan, melalui penyediaan tenaga kesehatan yang   diperlukan,   pengelolaan   dan   pemeliharaan   fasilitas   secara   baik.   Dukungan   lain   juga diharapkan dari aparat desa setempat agar fasilitas ini bermanfaat secara optimal.Nurhasan   juga   mengatakan,   program   di   bidang   kesehatan   selaras   dengan   fokus   program-program   investasi   sosial   Perusahaan.   Tidak   hanya   di   Sulawesi   Tengah,   hasil   sumbangan karyawan Chevron juga disalurkan untuk membangun fasilitas serupa di Kabupaten Lombok

Utara, Nusa Tenggara Barat, yang juga mengalami bencana gempa bumi pada tahun   lalu. Acara peletakan batu pertama di Lombok telah dilaksanakan pekan lalu.  

 

Untuk pembangunan Pustu Plus di Desa Beka, Chevron menggandeng YKMI sebagai mitra pelaksana.  ”Semoga   kami   dapat   menjalankan   amanah   pembangunan   ini  sesuai  dengan harapan pemberi dana dan masyarakat. Sehingga sarana kesehatan ini menjadi sebuah hasil yang bermanfaat dan mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik dari sebelumnya. Kami sangat menghargai kepedulian yang diberikan oleh Chevron dan tentu berterima kasih serta berempati yang amat dalam kepada Pemerintah dan masyarakat Sigi," kata Pembina  YKMI Muchtar Razali. Bangunan Pustu Plus dirancang dengan struktur yang ramah gempa; mudah diakses   bagi   penyandang   disabilitas   dan   orang-orang   berusia   lanjut;   serta   memperhatikan prosedur standar keselamatan. Lama pembangunan diperkirakan maksimal enam bulan. Pada masa tanggap darurat setelah kejadian pada tahun lalu, Chevron juga bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan Perusahaan