Monday, 05 March 2018 | 02:19:40 WIB | 194 Pembaca

Himbauan Bupati Bengkalis pasca penolakan peresmian Rumah Adat Batak

pemerintahan

Foto:Bupati Bengkalis Amril Mukminin bersama Ketua LAMR Kecamatan Mandau Datuk Dzulfikar beserta Ketua LAMR Kecamatan Bathin Solapan Datuk Rahmat Yusuf.

Duri  (Portalriau.com ) – Pada hari Sabtu kemarin ribuan masyarakat Melayu gabungan dari Dumai, Rohil, Siak dan Rohul menggelar aksi penolakan peresmian Rumah Adat Batak yang dilaksanakan oleh Yayasan Raja Tawar Mula Jadi Jalan Rangau Km 7 Duri.

 

Pada hari ini Bupati Bengkalis Amril Mukminin mengumpulkan seluruh Petua- petua beserta Tokoh adat Batak dan Tokoh Melayu bertempat Hotel Grand Zuri Duri untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan ini.

 

Bupati Bengkalis Amril Mukminin mengatakan Menurut saya ini hanya Miss komunikasi atau Miss informasi saja yang selama ini kita hidup berdampingan tidak ada persoalan, damai, nyaman dan kondusif semuanya. Kita harus menahan diri jangan langsung mempercayai hal-hal yang belum tau kebenarannya,” kata Bupati Bengkalis Amril Mukminin .

 

“Tadi sudah disampaikan kita ini harus saling menghargai, memahami beserta menghormati. Kalau kita saling menjaga tidak mungkin terjadi apa-apa dan kita berada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetapi kan kita mempunyai adat istiadat ini yang harus kita hargai dan hormati,” terangnya.

 

Bupati Amril menambahkan Tetapi ini sudah saya sampaikan kepada Petua-petua juga kepada aparat keamanan seperti Bapak Kapolres, Bapak Dandim dan Bapak Kepala Brimob, kita juga kalau ada pihak-pihak yang tidak menginginkan Kabupaten Bengkalis ini kondusif dan Damai terkhususnya di Kecamatan Mandau ini kita harus bertindak tegas mana tau ini ada yang menanduk di air yang keruh seperti ada kelompok-kelompok atau ada oknum tertentu yang membuat suasana menjadi tidak kondusif,” tambahnya.

 

“Kita tidak mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, kita hanya meluruskan gimana dalam kata pepatah mengambil rambut didalam tepung jadi tepung tidak berserakan dan rambut tidak putus. Kalau persoalan ini tadi ada permintaan kegiatan pada Tanggal 8 tetapi saya bilang sampaikan kepada Bapak Kapolres karena tuan rumah sudah membuat perjanjian dengan beliau jadi koordinasikan saja,” sambungnya.

 

Dijelaskan Amril, “Jadi jangan ada mericuhkan kembali karena kita sudah dalam suasana kondusif dan jangan ada terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi mari bergandengan tangan untuk menjaga Daerah yang kita cintai ini,” jelasnya.

 

“Kalau permasalahan IMB saya belum melihat tetapi informasi dari Pak Camat IMB Ibu Nursita Nainggolan yaitu IMB untuk rumah tempat tinggal atau kediamannya jadi ini kalau tidak sesuai peruntukannya akan kita tinjau ulang kalau memang ini salah kita akan luruskan, Kita pihak Pemerintah fleksibel kok kepada semua warga dan masyarakat nya yang penting tidak melanggar dengan aturan atau perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.***(prc/dpr).