Monday, 26 February 2018 | 07:03:20 WIB | 226 Pembaca

Komisi I DPRD Bengkalis, Sidak PKS PCR Segera Panggil Pemiliknya

lingkungan

Foto:Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis, Sidak PKS PCR Yang Berada di Sebanga Kelurahan Talang Mandi Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis.(26/02/2018).

DURI - Terkait dengan informasi di berbagai media massa terkait keberadaan Pabrik Kelapa Sawit Permata Citra Rangau (PKS PCR) yang beroperasi di wilayah Sebangga KM 3,5 Kelurahan Talang Mandi Kecamatan Mandau, yang menimbulkan keresahan warga di seputaran lingkungan Pabrik, ternyata mendapat perhatian serius dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis. Khususnya yang tergabung di Komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis.


Hal tersebut tampak dari kehadiran beberapa anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis ke PKS PCR yang berada di Sebanga Kelurahan Talang Mandi, pada Senin siang 26 Februari 2018.


Yang mana kehadiran Komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis tersebut yakni untuk melakukan sidak terkait berbagai informasi di Media Massa terkait persoalan limbah dan berbagai hal yang telah meresahkan masyarakat. Diantaranya seperti, masalah limbah pabrik yang telah mencemari sumber air bersih warga, limbah merusak tanaman padi milik warga, kebisingan mesin pabrik, dan bahkan ganti rugi lahan milik warga yang telah dikuasi pihak PKS PCR juga masih ada milik warga yang belum terealisasi dengan sebagaiman sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.


Adapun anggota Komisi DPRD Kabupten Bengkalis yang sidak ke PKS PCR tersebut diantaranya, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis Susianto SR, Pipit Lestary Spd, dan Daud Gultom.


Dari pantauan Spiritriau.com (26/02/2018), sesampainya di lokasi anggota komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis tersebut langsung melihat kolam limbah pembuangan terakhir. Selain itu juga melihat limbah air rebusan milik PKS PCR yang dialirkan ke luar lingkungan Pabrik. Dan sempat juga bercengkrama dengan beberapa warga yang selama ini telah dirugikan dengan keberadaan PKS PCR tersebut.


Di sela-sela peninjauan tersebut, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis tersebut sempat merasa kesal dan geram. "Kenapa PKS PCR ini dapat beroperasi atau miliki ijin pengelolahan TBS jika sistem penanganan limbah dan tata letak Pabrik yang berdekatan dengan pemukiman warga, "ujar Pipit Lestary Spd dengan nada cetus.


Sementara Ketua Komisi I DPRD Bengkalis, Susianto SR, dikesempatan tersebut juga menegaskan agar pihak PKS PCR segera memperbaiki pengelolahan limbahnya dengan baik dan sesuai dengan aturan yang ada. Dan menegaskan agar pihak Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Bengkalis agar serius menindak PKD PCR.


"Sepertinya pihak PKS PCR tidak mengelolah limbahnya dengan baik. Terkait dengan ini, kami segera akan meminta ke Dinas Lingkungan Hidup Bengkalis untuk menindak PKS PCR ini. Selain terkait persoalan limbah, ternyata banyak warga yang dirugikan. Seperti tadi, sumber air bersihnya tercemar, dan ada lagi lahannya sudah dikuasi PKS PCR, ternyata ganti ruginya belum terealisasi dengan baik. Dan secepatnya kita akan memanggil pemilik PKS PCR ini untuk mempertanyakan kelengkapan dari perijinan maupun ketenaga kerjaannya, "tegas Susianto SR.


Selain itu, Daud Gultom, juga anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis, dikesempatan tersebut menyampaikan dengan tegas akan segera menindak PKS PCR. "Jelasnya atas temuan ini, kami dari DPRD Kabupaten Bengkalis akan menindak lanjuti. Dan kita harapkan pihak PKS PCR dapat memperbaiki sistem pengelolahan limbahnya dan sistem Manajemennya. Tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku terkait pendirian dan pengelolahan suatu Pabrik pengelolahan Kelapa Sawit, "tegas Daud Gultom.


Di satu sisi KTU Perusahaan PKS PCR, Wahyudi saat dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa dirnya hanya sebatas KTU. " Manager lagi sakit, mas kalau humasnya lagi ada rapat, " terangnya. (Sepirit/dpr).