Friday, 08 December 2017 | 19:34:32 WIB | 200 Pembaca

Pencairan Asuransi PT.Astra Tidak Diserahkan Ke Konsumen

peristiwa

Foto: Reza Pazeli, Sukarno dan Joko Simatupang

Duri portalriau.com - Terkait hilangnya sepedamotor merek Honda Beat warna putih biru, milik Linda warga Jl.Lintas Duri-Dumai KM 18 RT 002/RW 006 Desa Sebangar, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, pada hari Rabu tanggal 13 September 2017 yang lalu, korban pertanyakan klaim assuansi dari Astra.

Dimana korban hingga bulan Desember ini, tidak menerima sepeserpun dari pihak asuransi Astra, hingga korban mengadukan masalah ini kepada wartawan, Rabu (06/12).

"Saya sudah bayar DP (dibayar pertama) dan angsuran kredit sepedamotor itu satu tahun, masak sudah kehilangan sepedamotor, saya tidak dapat apa-apa, sepeserpun tidak ada, dan klaim asuransi diserahkan langsung ke pihak FIF, yang kata mereka (FIF, red) dipotong hutang saya, jadi habis semua hasil klaim asuransi itu, saya jadi bingung berarti hangus uang DP dan uang angsuran yang saya setorkan tiap bulan ke FIF, harusnya diganti sepedamotor saya yang hilang itu, saya akan tetap membayar angsuran," sebutnya.

Menurut Linda, bahwa laporan ke polisi, sudah dilakukan setelah sepedamotornya dicuri orang." Besoknya tanggal 14 September 2017, saya laporkan ke Polsek Mandau, dengan laporan pengaduan No.L-Peng/523/IX/2017/Sek-Mdu, dan tanggal 4 Oktober 2017, saya mendapat surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan dari Polsek Mandau, dengan No.B/80/X/2017/Reskrim, kemudian ahir bulan Oktober 2017 saya dapat copy surat dari Polsek Mandau tentang pemblokiran STNK ditujukan ke Satlantas Polres Bengkalis, dengan No.B/1059/X/2017/Reskrim tertanggal 31 Oktober 2017," jelasnya.

Sementara menurut keterangan dari pihak Asuransi Astra Sukarno, didampingi Kepala Cabang FIF Duri Reza Fazeli, Kepala Bagian Kredit Joko Simatupang dan Kepala Bagian Remedia Rekapri Abdul Azis, ketika dikonfirmasi dikantor FIF Jl.Jenderal Sudirman Duri, Kamis (07/12) mengatakan, kalau masalah klaim asuransi kehilangan sepedamotor, yang harus dibayarkan menurut peraturan asuransi yang sudah disepakati sebelumnya, yaitu untuk tahun I. pertanggungan 95%, tahun II.85%, tahun III 75%, dikurangi resiko yang dijalani 10% dari pencairan asuransi.

"Sementara, klaim asuransi ibu Linda masuk dalam tahun II jadi pertanggungan yang dicairkan sebesar 85%, dan langsung diserahkan ke pihak leasing yaitu FIF,"kata Sukarno.

Kemudian Reza Fazeli dan Joko Simatupang menjelaskan, mengenai pencairan klaim asuransi langsung diserahkan ke FIF, karena angsuran kredit sepedamotor atas nama Linda tersebut masih ada sekitar 2 tahun lagi," jadi jumlah klaim asuransi tersebut yang kami terima dikurangi hutang angsuran Linda, malah masih kurang, cuma kami tidak menagih lagi kekurangannya kepada konsumen, kami anggap selesai," ujar Joko Simatupang.

" Kami harap ibu Linda bisa memahami sistem penyelesaian klaim asuransi kehilangan sepedamotor, dan juga masyarakat luas, dan sebelum menandatangani draf perjanjian kredit sepedamotor, masyarakat harus baca dengan teliti apa isinya, kalau tidak setuju, jangan tandatangani.Jadi jangan nanti dikemudian hari ketika ada benturan, konsumen mengatakan tidak bacalah draf perjanjian kredit itu," ungkap Reza Pazeli.

"Sepertinya, perhitungan bunga dan uang asuransi selama 2 tahun menurut angsuran Linda, masih dimasukkan pihak FIF, setelah masuknya klaim asuransi, hutang bunga dan asuransi secara otomatis apa tidak stop?, ini perlu diperhatikan pihak pemerintah," ujar M.Aritonang salah seorang wartawan.(Julieser/DPR).