Monday, 26 February 2018 | 11:32:01 WIB | 371 Pembaca

Peresmian Rumah Adat di tolak LAMR Duri

Sosial Dan Budaya

Foto:Rapat LAMR Mandau Duri

DURI (Portalriau.com ) -- Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau sebagai payung adat yang membawahi suku-suku yang ada di Provinsi Riau, telah mengeluarkan risalah musyawah penolakan peresmian rumah adat Batak Provinsi Riau yang dilaksanakan oleh Yayasan Raja Tawar Mula Jadi di Jalan Rangau Km 7, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

 

Awalnya, karena pertimbangan kemanusiaan LAMR Kecamatan Mandau masih memberikan kesempatan kepada yayasan ini untuk membuat acara syukuran, bukan peresmian. Dan acaranya harus dilaksanakan di depan Balai Adat LAMR Kecamatan Mandau.

 

Namun, pada rapat kedua yang merupakan rapat lanjutan yang sedianya dilaksanakan usai shalat Jumat (23/2) siang pekan kemarin. Pihak yayasan yang ditunggu-tunggu hingga sampai tiga jam tak juga datang-datang. Maka akhirnya dengan sikap tegas LAMR Kecamatan Mandau memutuskan menolak peresmian yang dilakukan oleh pihak yayasan milik pribadi itu dalam bentuk apapun.

 

"Awalnya, karena pertimbangan kemanusiaan, kita masih memberikan kesempatan bagi mereka untuk misalnya melaksanakan syukuran dengan telah berdirinya yayasan mereka. Dan itu harus dilaksanakan didepan Balai Adat LAMR Kecamatan Mandau. Dan kemungkinan juga, ada beberapa acara yang mungkin akan kita beri kesempatan bagi mereka untuk melaksanakannya di Km 7 Rangau itu," kata Datuk H Dzulfikar Indra, Ketua DPH LAMR Kecamatan Mandau kepada riaupotenza.com  di Balai Adat LAMR Mandau.

 

"Tapi, pada hari ini dimana kita akan klarifikasi apa-apa saja acaranya, mereka justru tidak datang. Makanya kita tegaskan, kita menolak peresmian yang dilakukan dalam bentuk apapun," tukas Ketua DPH LAMR Mandau.

 

Jadi, kalau pada malam rapat pertama itu, kata Dzulfikar Indra, masih ada kemungkinan kita memberi kesempatan kepada mereka membuat acara di Jalan Rangau Km 7, Pematang Pudu itu. "Tapi, setelah rapat kedua kemarin, kemungkinan itu sudah tertutup," pungkas Dzulfikar Indra.  (win)rpz.