Tuesday, 13 February 2018 | 21:00:47 WIB | 36 Pembaca

PH Tergugat Hadirkan 3 Saksi Pada Sidang Lanjutan Perkara Lahan

Hukum dan Kriminal

Foto:Arifin memberikan keterangan sebagai saksi di pengadilan

 


Portal Riau (Bengkalis) - Sidang perkara lahan kebun sawit antara penggugat Reno Erlangen dan tergugat Elias GSM Sidabutar, kembali digelar pengadilan negeri Bengkalis, Senin (12/02/18) dengan agenda pemeriksaan saksi dari tergugat.

 

Saksi tergugat yang dihadirkan oleh Penasehat Hukumnya P.Lubis, SH adalah Arifin, Asmara dan Anto, sedangkan Majelis Hakim yaitu, Zia Ul Jannah Idris, SH (ketua), Wimmi D Simarmata, SH, Aulia Fhatma Widhola, SH, MH.(anggota).

 

Saksi Arifin menjelaskan dipersidangan, bahwa perkara objek tanah yang disengketakan sekarang ini, diketahuinya dan mengaku ikut pengurusan surat tanah dan penebangan pohon yang masih hutan tersebut, pada tahun 2011 lalu.

 

Saksi mengungkapkan, kalau dirinya sudah kenal baik dengan tergugat Elias GSM Sidabutar, dan saksi diminta untuk membantu tergugat dalam pengurusan surat tanahnya sampai proses penanaman.

 

"Saya yang mengurus surat tanah itu yang dibeli Elias GSM Sidabutar dari M.Nuh dengan ukuran 125 depa X 125 depa, berlokasi di Simpang Puncak Desa Sebangar, kecamatan Bathin Solapan, kabupaten Bengkalis.Saya yang mengukur dengan RT Boiran pada saat itu beserta beberapa masyarakat suku Sakai setempat," sebut Arifin.

 

Kemudian, sambung Arifin, saya juga ikut menebang pohon lahan tersebut yang masih besar-besar diameternya, termasuk bibit sawitnya juga saya yang membelinya ke simpang Bangko.Sepengetahuan saya tidak ada masalah dan aman-aman saja sampai 6 tahun saya tidak pernah melihat lahan itu lagi, hingga belakangan ini saya dengar dari pengakuan Sidabutar, kalau dia membeli lagi lahan pas samping lahan pertama tersebut sebanyak 2 hektar, sampai ada ribut dengan orang lain.

 

"Akhirnya Sidabutar pun meminta bantuan kepada saya untuk mengurusnya, hingga berurusan ke polisi.Dimana Sidabutar sudah menyerahkan uang sebanyak Rp.15 juta sebagai pembayaran pertama kepada penjual lahan, selanjutnya akan dilunasi setelah surat SKGR atas nama Sidabutar selesai.Namun, karena sipenjual lahan selalu mengulur waktu pengurusan SKGR tersebut, sampai sekarang belum selesai, ternyata sekarang ada pula yang mengaku sudah membeli lahan tersebut, dan sekarang selaku penggugat," ungkap Arifin.

 

Semetara saksi Asmara, tidak tahu permasalahan yang timbul sekarang, termasuk masalah dengan penggugat, saksi mengatakan kalau lahan objek perkara diketahuinya, ketika Azahari ayahnya mantan Kepala Desa Sebangar mengetahui asal muasal lahan tersebut dan ketika M Nuh menjualkanya kepada Sidabutar.

 

" Saya tahu waktu M.Nuh menjualkan tanahnya kepada Sidabutar disaksikan oleh ayah saya, sampai pengurusan suratnya ," terangnya kepada majelis hakim.

 

Kemudian saksi Anto menerangkan, bahwa dirinya sejak tahun 2012 telah bekerja di lahan tersebut untuk membersihkan lahan dan merawat sawit yang sudah ditanam, sampai sekarang sudah panen.

 

" Pada waktu itu, tanaman sawit sudah ada dilahan itu, saya disuruh pak Sidabutar untuk membersihkan lahan dan merawat tanaman sawit, dan mulai tahun 2015 sudah panen sampai sekarang, saya ikut mengerjakannya, dengan gaji bulanan," terangnya pada majelis hakim.

 

Sidang selanjutnya akan digelar Senn depan, dengan memeriksa saksi tambahan dari tergugat .(Ser).