Populer
Monday, 30 April 2018 | 10:47:53 WIB | 223 Pembaca

Sukses Wujudkan K3, Bukti Nyata Disnakertrans Bengkalis Peduli Keselamatan Naker

advertorial

Foto:

Portalriau.com - BENGKALIS - Ribuan Perusahaan yang tersebar di Kabupaten Bengkalis, tak membuat bosan Dinas tenaga kerja dan transmigrasi (Disnakertrans) terus menghimbau  agar perusahaan  mengutamakan keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam beraktivitas. Alhasil, dalam rentan dua tahun berturut turut, Disnakertrans Bengkalis dinilai sukses mewujudkan keselamatan karyawan dalam bekerja.Seperti diketahui diketahui, K3 merupakan kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya, perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja tersebut. Pada dasarnya, program K3 sebagai upaya untuk mencegah setiap perbuatan atau kondisi tidak selamat, yang dapat mengakibatkan kecelakaan.

 

Perusahaan memiliki kewajiban untuk menjaga keselamatan setiap pekerja yang juga merupakan stakeholdernya. Mengingat, jika terjadi kecelakaan atau kesehatan terganggu, maka akan mengakibatkan time lose atau waktu produktivitas yang hilang, karena karyawan tidak bisa beraktivitas. Jika kondisi ini terjadi, maka perusahaan akan rugi, karena produktivitas mengalami penurunan. Untuk menghindari agar tidak terjadi  time lose, maka Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalu Dinsekertrans, secara konsisten menghimbau seluruh perusahaan di Negeri Junjungan ini untuk  mengutamakan K3 di perusahaannya.

 

Selanjutnya, tugas perusahaan secara aktif mensosialisasikan praktik K3 kepada karyawannya melalui penyuluhan dan pembinaan dengan baik sehingga pekerja menyadari pentingnya keselamatan dan kesehatan. Selain itu perusahaan juga dituntut untuk tetap konsisten menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3). “Apabila para pekerja dalam kondisi sehat jasmani maupun rohani dan didukung oleh sarana dan prasarana yang terjamin keselamatannya maka produktivitas kerja akan dapat ditingkatkan,” ungkap Kepala Disnakertrans Bengkalis, Ridwan Yazid.

 

Buah dari keseriusan stakeholder di Kabupaten Bengkalis yang menerapkan K3, maka Bupati Bengkalis sebagai pembinaa ketenagaan kerjaan mendapat penghargaan dari Pemerintah Propinsi Riau melalui Kadisnaker Propinsi, H Rasidin beberapa waktu lalu di salah satu Hotel di Pekanbaru.Usai menerima penghargaan K3, Bupati Bengkalis, Amril Mukminin diwakili Sekretaris Disnakertrans, Kholijah tak dapat menyembunyikan kegembiraannya dan berharap dapat mempertahankan penghargaan yang telah mengharumkan nama Bengkalis dalam menghindari Zero Accident dalam operasional perusahaan dilingkup Negeri berjuluk Sri Junjungan Bengkalis tersebut.

 

“Alhamdulillah, tentunya kita bangga dengan hasil kerja nyata kita dalam menghimbau perusahaan agar meningkatkan safety karyawannya dalam bekerja. Seperti kita ketahui, di Kabupaten ini banyak didominasi perusahaan Migas yang penuh dengan resiko kerja dilapangan. Terima kasih kepada perusahaan dan yang penting terus jaga keselamatan diri sendiri dan orang lain dalam bekerja,”pesannya.Dikatakan Kholijah, dengan kondisi jumlah ribuan perusahaan dibidang Migas dan Non Migas di Kota minyak ini, dirasa sangat sulit menekan angka kecelakaan kerja jika pihak terkait tidak rajin dan tidak pernah bosan menghimbau ke setiap perusahaan agar lebih meningkatkan safety pekerjaan.“Karyawan adalah asset perusahaan, jika tidak dijaga maka akan sangat merugikan bagi perusahaan tersebut. Melalui K3, mari kita gencarkan agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain yang ada disekitar kita,”harapnya.

 

Dikatakan Kholijah lagi, guna menekan angka Accident dimasing masing perusahaan, dirinya berharap agar perusahaan yang tersebar dan beroperasi di Negeri Bengkalis ini agar melaporkan kegiatannya, dikarenakan jika tidak melaporkan kegiatannya dapat dikatakan Illegal dan pihaknya mengaku sulit untuk menegakkan K3 tersebut.“Untuk di Kabupaten Bengkalis sendiri, jumlah perusahaan yang terdata untuk perusahaan Migas mencapai dua ribuan dan untuk perusahaan non migas mencapai seribuan dan seiring berjalannya waktu, jumlahnya dapat bertambah. Kami Himbau agar perusahaan dapat melaporkan keberadaannya guna menghindari hal hal yang tidak diinginkan nantinya,”ucapnya.

 

Terpisah, Ketua Komisi I, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis yang membidangi Tenaga kerja (Naker) tersebut, Susianto melalui Anggotanya, Zulkifli Kep memberikan aplous setinggi tingginya dan berharap Disnakertrans dapat mempertahankan penghargaan K3 tersebut yang telah susah payah didapatkan dengan menunggu dan berusaha bertahun tahun lamanya.“Pertahankan terus K3 ini, jangan pernah berhenti mengawasi perusahaan yang ada, apalagi yang luput dari pantauan. Meski belum seutuhnya dapat dikatakan bagus,namun inilah bukti nyata good job Disnakertrans Bengkalis,” ujar Zulkifli.

 

Dijelaskan Anggota DPRD yang akrap disapa Kep tersebut, K3 menjadi keharusan bagi setiap perusahaan baik dibidang Migas maupun Non Migas untuk menerapkannya dilingkungan operasional dikarenakan menyangkut nyawa manusia agar dapat merasakan ketenangan dalam melakukan aktivitas sehari hari dalam mencari nafkah.“Kita himbau agar setiap perusahaan menerapkan K3 dilingkungan operasionalnya terhadap karyawan. Kelonggaran dan tidak tertib aturan selalu menjadi bencana bagi diri karyawan dan lainnya. Untuk itu kita minta kepada Disnakertrans agar lebih mengutamakan pengawasannya keseluruh perusahaan yang ada, karena lemahnya pengawasan dapat berimbas akan banyaknya Accident yang timbul,”ujar Kep. 

 

Saat ditanya seberapa puas masyarakat akan Safety pekerjaan melalui piagam penghargaan K3 itu diperoleh, Kep menegaskan jika masyarakat dan pihaknya merasa sama sekali belum puas, dikarenakan masih terjadi meskipun jumlahnya tidak banyak, namun dirinya berharap agar jika dapat terpenuhi, jangan lagi ada terdengar Accident dalam bekerja di Perusahaan yang ada di Kabupaten ini khususnya di Kota Duri. Terkait permasalahan perbandingan tenaga kerja (Naker) luar daerah dan tempatan yang selama ini menjadi polemik antara 40 berbanding 60, Zulkifli meminta kepada Disnakertrans terus melakukan pembenahan dan pembinaan agar setiap perusahaan komit  menjalankan aturan yang telah disepakati bersama.“Selain meraih penghargaan K3, Disnakertrans juga harus lebih tegas kepada sejumlah perusahaan bandel. Jangan diberi kelonggaran safety bekerja jika tidak patuh akan aturan main yang berlaku dinegeri ini,” pintanya.

Rahmat Yusuf, salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan juga tak luput berkomentar memberikan ucapan tahniah saat mendengar kabar penghargaan K3 tersebut. Menurutnya, Disnakertrans sebagai orang tua angkat dari perusahaan yang ada di Bengkalis ini harus lebih berbenah dan mengawasi perusahaan yang ada.“Harus lebih sensitive lagi dengan laporan yang masuk. Apapun bentuk laporannya, baik Accident maupun laporan PHK. Dikarenakan Disnakertrans menjadi tempat bersandar naker dan sebagai tempat mengadu serta berharap budaya K3 terus digaungkan,”ucapnya.

 

Dikatakan Rahmat Yusuf, sembari memberikan masukan, guna terus mempertahankan Penghargaan K3 itu, hendaknya Disnaker harus terus menyambangi seluruh perusahaan dengan cara door to door  melalui Tim secara berkala agar K3 tetap terjaga dan tidak luntur seiring dengan berjalannya waktu.“Kita tidak ingin dengan penghargaan ini, lalu cepat berpuas diri dan lupa dengan kewajiban mengingatkan saudara saudara kita akan bahaya Accident pada aktivitas pekerjaan sehari hari. 

 

Diharapkan Tokoh masyarakat yang juga Ketua Harian Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Bathin Solapan ini, Disnaker dapat melakukan pembinaan berkala  bagi seluruh perusahaan yang terdata agar benar benar menjalankan K3 sesuai penghargaan yang diterima Disnaker Kabupaten Bengkalis.“Pembinaan harus terus dilakukan secara Continue keseluruh perusahaan. Terlepas dari bandel atau tidak bandelnya perusahaan itu. Jika nantinya tidak bisa dibina lagi, tidak disalahkan jika bahasa dibinasakan wajib dilontarkan demi keselamatan, kesehatan kerja,”tegasnya.  

 

K3 sendiri adalah bentuk penghargaan yang harus dilakukan setiap perusahaan untuk menghindari Accident saat karyawannya melaksanakan aktivitas pekerjaan. Guna mewujudkan hal tersebut, Pemerintah melalui perpanjangan tangannya, Disnakertrans menekankan  dan menghimbau agar setiap perusahaan selalu mengutamakan Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3). 

 

Melalui K3, sejumlah karyawan di Kabupaten Bengkalis, baik yang bergerak dibidang Migas dan Non Migas mengaku lega akan program tersebut. Selain dinilai sangat menguntungkan karyawan dan perusahaan, orang lain yang ada disekitar lingkup operasional perusahaan  juga terbantu dan terlindungi dari Accident yang setiap saat dapat terjadi tanpa diduga.“Alhamdulillah, dekat bukti nyata K3, kita semua karyawan bahkan masyarakat yang ada disekitar perusahaan terlindungi dari musibah yang setiap saat dapat dating karena kelalaian manusia dan berharap kedepannya dapat dipertahankan dengan penghargaan ini,”jelas Yota yang mengaku bekerja disalah satu perusahaan Migas dan mengaku pekerjaannya penuh dengan resiko.

 

Diakui Yota, Pasca Disnakertrans Bengkalis mendapatkan penghargaan K3 tersebut dan terus aksinya digaungkan, dirinya dan karyawan lainnya sangat merasakan Safety dari perusahaan yang cukup lumayan ketat.“Selagi aturan ini baik untuk diri sendiri dan orang lain khususnya perusahaan, tidak ada salahnya untuk dipatuhi. Terlebih saat melakukan pekerjaan yang bahkan tantangannya nyawa. (Advertorial/Humas/DPR)