Populer
Friday, 12 May 2017 | 12:55:20 WIB | 377 Pembaca

Hama Burung Pipit Menyerang Sawah Ini Startegi Babinsa Koramil 03/Tempuling Bersama Petani

pertanian

Foto:

PORTAL RIAU, Tempuling(12/5/17) - Sejumlah petani terutama yang berada di Desa Bayas Jaya Kecamatan Kempas, mengeluhkan banyaknya hama burung pipit yang menyerang padi. Oleh sebab itu petani harus meluangkan waktu ekstra menjaga padi guna menghindari kerugian yang lebih besar.

 

Seperti diungkapkan Rayitno salah satu petani desa Bayas Jaya, serangan burung memang sudah menjadi tradisi menjelang padi menguning. Serangan burung yang paling berbahaya ketika pagi dan sore hari sehingga petani harus menunggu padi di sawah. "Kalau cuaca terik memang burung tidak ada. Tapi pada waktu pagi dan sore, semua bulir padi bisa-bisa rontok kalau tidak ditunggu," ungkapnya, Rabu (10/05/17).

 

Babinsa Bayas Jaya Serka Damrianto saat berada di gubuk milik petani yang sedang menjaga padinya dari serangan Burung menerangkan, banyaknya burung pipit yang menyerang hamparan sawah di desa Bayas Jaya lantaran di tempat lain sudah panen duluan terutama desa terdekat yaitu Pekan Tua dan Kempas Jaya. Sehingga lahan persawahan di desa Bayas Jaya yang belum panen menjadi sasaran utama burung untuk mencari makan.

 

Menurut Serka Damrianto burung pipit sangat senang sekali menghisap bulir padi yang masih hijau dan menyebabkan padi tidak berisi. Untuk padi yang sudah kuning, burung pipit tidak begitu berminat disebabkan padi sudah mulai mengeras, ditambahkannya, serangan burung pipit yang harus diwaspadai ketika sore. Sebab kebanyakan burung akan mencari sarang untuk bermalam, ketika burung bermalam di sela-sela padi disawah maka akan menyebabkan kerusakan yang lebih luas. "Jika dalam satu rombongan burung bermalam disawah, maka keesokan harinya rumpun dan malai padi beserta isinya pun akan rusak," jelasnya.

 

Dengan banyaknya burung pipit yang menyerang sawah maka Babinsa bayas dan para petani berupaya mengatasi dengan membuat umbul dengan Benang yang di bentangkan diatas padi dan dihubungkan ke gubuk petani. Disamping itu bahkan juga dibuat patung orang-orangan untuk mengusir burung agar tidak makan padi, setiap hari para petani terutama pada pagi dan sore selalu berada di gubuk dan berteriak-teriak untuk mengusir burung pemakan padi sehingga padi bisa panen dan mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan, ujarnya.(DPR)