Populer
Thursday, 22 February 2018 | 08:24:19 WIB | 168 Pembaca

*Harga Kelapa Terjun Bebas, Petani Inhil Menjerit*

Ekonomi

Foto:

 

TEMBILAHAN - Petani kebun kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang merupakan hamparan Kelapa Dunia sedang mengeluhkan turunnya harga kelapa.


Harga jual kelapa di tingkat petani yang sempat pernah bertengger di harga Rp 3400/kilo kini terjun bebas. Masuk Minggu ketiga Februari 2018 ini beberapa tempat harga kelapa hanya 1300/perkilo.


"Terus bermurah harganya, di tempat kami sekarang cuma Rp 1300 perkilo," ujar Hamdan, Warga Desa Kelumpang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS).


Ketua Persatuan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo), Muhaemin Tallo saat dikonfirmasi media ini menjelaskan banyak faktor mempengaruhi turunnya harga kelapa.


Diantaranya berkurangnya permintaan produk olahan turunan kelapa dari eropa dan beberapa negara membuat penurunan permintaan kelapa dari thailand, pakistan, dubai, malaysia dan china,


"Sehingga ekspor kelapa berkurang serta diiringi harga CNO Rotterdam (kopra) turun drastis membuat industri dalam negeri menurunkan harga" jelas Muhaemin.


Kondisi seperti ini, lanjut Muhaemin, sangat riskan terhadap perkembangan sektor perkelapaan di Kabupaten Indragiri Hilir.


"Kalau harga kelapa tidak ada perubahan masih seperti ini maka petani enggan memanen kelapanya bahkan biasa ditinggalkan karena harga kelapa tidak sesuai dgn cost of produktion (ongkos kerja) lebih besar pengeluaran dari pada hasil panen," kata Muhaemin.


Untuk membuat harga kalapa tetap stabil Muhaimin mengusulkan Pemerintah Daerah segera memburuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bidang industri kelapa sehingga bisa mengimbangi mengimbangi permainan pasar.


"Untuk meningkatkan harga ditingkat petani kami usulkan pemerintah daerah berinovasi membuat BUMD yang membuat industri kelapa secara terpadu agar tidak terpengaruh dgn kejadian seperti ini. Sekarang kelapa petani tidak tertampung oleh industri sehingga banyak kelapa yang rusak akibat kelamaan tidak di olah." Kata Muhaemin. (Ard)