Monday, 08 May 2017 | 10:03:37 WIB | 389 Pembaca

Sigap Kebakaran Hutan, 3 Desa di Inhil Dapat 100 Juta

karhutla

Foto:

INDRAGIRI HILIR - Dalam enam bulan belakangan ini, tiga desa di Inhil sama sekali tidak ditemukan titik api, hotspot. Sesuai dengan janjinya, melalui pogram Siaga Api (Sigap), PT. TH Indo Plantantions (TH IP) memberikan insentif ke masing-masing desa yang berada dekat dengan lokasi perusahaan, berupa uang tunai sebesar Rp100 juta.

Tiga desa tersebut, dua berada di Kecamatan Pelangiran, dan satu berada di Kecamatan Telukbelengkong. Masing-masing desa adalah, Desa Tanjung Simpang, Desa Saka Palas Jaya, keduanya di Kecamatan Pelangiran, dan Desa Gambaran di Kecamatan Teluk Belengkong.

Insentif untuk masing-masing desa tersebut diserahkan Bupati Inhil, HM Wardan, pada Rabu (3/5/2017) malam di Gedung Serba Guna PT TH IP, Kecamatan Pelangiran.

Tampak hadir dalam helat itu, Ketua PMI Kabupaten Inhil, Hj. Zulaikha Wardan, Regional Head PT TH IP Siswanta Capah, Dandim 0314, Aswaidi, Anggota DPRD Inhil,  Asisten 1, para kepala dinas, camat Pelangiran, camat Telukbelengkong, serta sejumlah tamu udangan lainnya.

Alhamdulillah, kata Wardan, insentif ini sangat memicu motivasi masyarakat untuk siaga terhadap api. Namun, dalam sambutannya orang nomor satu di Inhil ini meminta kepada masyarakat untuk tidak semata-mata mengejar insentif. Jauh lebih penting dari ini semua, bagaimana menjaga lingkungan sehingga tidak terjadi Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut).

Kepedulian PT TH IP dengan lingkungannya ini, kata Wardan, tidak hanya pada insentif Sigap. Perusahaan juga sudah menyalurkan tiga unit kendaraan roda dua kepada Polres Inhil dan Danramil. Bantuan ini bertujuanya untuk melakukan patroli pemantauan terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran.

''Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mengucapkan terimakasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini, tentunya untuk masa akan datang bisa kita tingkatkan lagi,'' harap Wardan.

Bantuan itu, kata Regional Head PT TH IP, Siswanta Capah, adalah upaya perusahaannya untuk berperan dalam pengendalian bahaya kebakaran. Apa lagi, pihaknya punya motto; Riau Bebas Asap Tahun 2016 dan 2017. ''Mudah-mudahan hal ini bisa tercapai,'' harap Siswanta.

Wujud dari program Siaga Api (Sigap) ini, sambung Siswanta, masing-masing yang ada di sekitaran lingkungan perusahaan, apabila dalam periode waktu enam bulan tidak ada terjadi hotspot, diberikan insentif terhadap berupa pembangunan desa. Nilai masing-masing desa yang berhasil menjalankan program Sigap sebesar Rp100 juta.

Sedangkan terkait pemberian bantuan kendaraan sepeda motor, ucap Siswana, adalah upaya pengendalian kebakaran dengan melakukan patroli. ''Bantuan kendaraan untuk Polsek dan Danramil digunakan untuk akses daerah yang rawan Karlahut,'' ucap Siswana.