Saturday, 05 October 2019 | 17:26:18 WIB | 15 Pembaca

Kemenag Kampar Adakan Sosialisasi Peran Humas Di KKM Himmatul Ummah

Pendidikan

Foto:

portalriau.com - Kampar, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar melalui Bagian Humas Kemenag Kampar adakan sosialisai peran Humas di Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Himmatul Ummah, Kecamatan Tapung hari rabu (25/09/2019).

 

Acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Alfian MAg, yang diwakili oleh Kepala Subbag Tata Usaha H Fuadi Ahmad SH MAB, didampingi Kepala Madrasah Aliyah (MA) Himmatul Ummah Sajimin SE, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Tapung H Jalal Suyuti SAg, dan dihadiri oleh seluruh Kepala Madrasah, Pondok Pesantren dan Kepala KUA se Tapung Raya.

 

Dalam arahannya Fuadi memaparkan tentang pentingnya peran Humas Baik di Madrasah, Pondok Pesantren maupun Kantor Urusan Agama. Karena keterbukaan informasi publik sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008, yang pada prinsipnya Pertama, Setiap Orang Berhak Memperoleh Informasi.

 

Kedua, Penyelenggaraan Pemerintahan perlu diawasi/diketahui oleh masyarakat, karena penyelenggaraan pemerintahan memang untuk kepentingan masyarakat/hajat hidup orang banyak. Ketiga, Dalam era transparansi, badan publik wajib menyediakan informasi diminta atau tidak kecuali informasi tertentu, secara cepat, tepat waktu, sederhana dengan biaya ringan. Kemudian yang ke empat, Informasi yang tidak boleh dibuka pada prinsipnya juga untuk melindungi kepentingan publik, bersifat ketat dan terbatas.

Oleh karena itu, Humas/Public Relation (PR) ini sangat besar manfaat dan perannya dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat. Baik atau buruknya, terkenal atau tidaknya, suatu Madrasah, Pondok Pesantren maupun KUA tergantung oleh Humasnya. Karena Humaslah yang membangun atau menaikkan citra positif suatu kantor atau organisasi.

 

Sementara itu Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI, dalam materinya memaparkan tentang tata cara menulis berita. Yang mana dalam penulisan berita harus memperhatikan 5 W+1 H, yakni : What, Where, When, Who, dan Why, serta  1 H adalah How. Dalam Bahasa Indonesianya dikenal dengan ADIKSIMBA (Apa, Dimana, Siapa, Kapan, Mengapa Dan Bagaimana).

 

Jika 5 W + 1 H ini terpenuhi, maka kita sudah bisa buat berita. Yakinlah semua orang bisa menulis. Bakat hanya memperlancar dan mempercepat proses menulis saja. Jangan terlalu terpasung oleh berbagai teori tentang menulis. Tak ada teori yang mangkus dalam menulis kecuali Tulislah… Teori muncul setelah karya lahir… Inti menulis itu adalah “PSPP” penulis senang, penulis paham dan pembaca senang, pembaca paham, Selesai..!!, papar Agus. 

 

Setelah memaparkan tentang cara menulis berita, semua peserta sosialisasi peran humas langsung mempraktekkan membuat berita. Alhamdulillah dari 57 peserta yang terdiri dari 54 orang dari KKM Himmatul Ummah dan 3 orang dari KUA, secara umum semuanya sudah bisa membuat berita. Tinggal mau atau tidaknya kita dalam membuat suatu berita pada setiap kegiatan yang akan kita laksanakan, pungkas Agus. (Dpr/Edi/Hms)