Friday, 06 April 2018 | 21:17:16 WIB | 80 Pembaca

Legenda Histori Siak - Kampar 

pemerintahan

Foto:

 


Kampar (Portalriau.com) Siak dan Kampar mempunyai pertalian histori, dimana pada masa Kesultanan Siak, salah seorang penasehat Sultan adalah Datuk Kampar, diantara tiga Datuk lainnya, yaitu Datuk Lima Puluh Kota, Datuk Tanah Datar dan Datuk Tanah Pesisir


Keempat Datuk tersebut merupakan Dewan Penasehat atau Dewan Pertimbangan Sultan. Sebelum Sultan memutuskan berbagai kebijakan kerajaan, maka Sultan meminta pertimbangan atau saran dari keempat Datuk tersebut. Artinya keempat Datuk merupakan sumber kebijakan Sultan dlm melaksanakan roda pemerintahan dan kemasyarakatan


Dalam rangka mempererat hubungan kedua daerah, maka Pemerintah Kabupaten Siak melakukan diaspora atau pengulangan sejarah masa lalu dengan melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Kampar


Kunjungan kerja Pemkab Siak ini, di pimpin oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kab.Siak Jamaluddin. Dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi, juga untuk belajar tentang pembudidayaan Limau kuok dan juga patin kolam ini, pada kamis (5/4/2018). 


"Limau Kuok merupakan Limau yang pernah menjadi primadona di Indonesia, dan itu berasal dari Kabupaten Kampar pada tahun 1980an. Oleh karena itu, kami ingin belajar cara menanam Limau Kuok tersebut", kata Asisten Administrasi Umum Setda Kab.Siak Jamaluddin. 


Lanjut Jamaluddin, pembudidayaan ikan patin kolam di Kabupaten Kampar sudah berhasil. Untuk tahun 2017 saja, informasi yang kami dengar sudah mencapai angka 22 ton ikan patin yang sudah di panen.


"Oleh karena itu, mengingat bahwa tanah Kabupaten Siak dengan Kabupaten Kampar kondisi nya hampir sama, dan Siak juga memiliki sungai yang sama dengan yang ada di Kampar. Kami ingin mencoba membudidayakan Limau dan Patin Kerambah tersebut", jelas Jamaluddin. 


Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kampar Cater Dugem Susanto yang menyambut langsung Kuker Pemkab Siak mengatakan, ucapan selamat datang dan terimakasih kepada Pemkab Siak yang telah memilih Kabupaten Kampar sebagai tempat kunjungan kerja.


"Untuk Limau Kuok, ditahun 1980an memang menjadi primadona di Indonesia. Akan tetapi semenjak terserang hama, jeruk Kuok mulai di lupakan dan sekarang kami juga ingin kembali menghidupkan nama Limau Kuok yang telah hilang tersebut", ucap Wabup Kabupaten Kampar itu.


Untuk pembudidayaan jeruk Kuok dan ikan patin Kerambah, nantinya Bapak beserta rombongan akan kami bawa langsung ke lokasi pembudidayaannya. Ini bertujuan untuk membantu bapak dan ibuk mencari dan mendapatkan informasi secara langsung.


Sesuai berdialog, Jamaluddin beserta rombongan di bawak ke lokasi yang dimaksud. Yakni ke perkebunan kebun Limau Kuok di Kecamatan Kuok, dan pembudidayaan patin kolam sekaligus ke Kampung Patin di Desa Koto Masjid yakni Sentra penyalai/pengasapan ikan patin dengan produksi 3 ton/hari dan Kerambah Terapung di Danau PLTA Koto Panjang. 


Dalam Kuker ini, Asisten Administrasi Umum Jamaluddin, juga didampingi oleh Kepala Dinas Infokom Arfan Usman, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Kampung Yurnalis, Kadis Peternakan dan perikanan Susilawati, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Wan Ibrahim Surjidan Kabag Humas Wan Saiful Effendi.