Populer
Saturday, 18 August 2018 | 14:19:36 WIB | 107 Pembaca

Naas Terjadi Saat Meriakan HUT RI yang ke 73 Di Desa Pulau Sarak,Begini Penjelasannya

peristiwa

Foto:

 

Kampar ,portalriau.com - Bertepatan Hari Ulang Tahun RI Ke 73 pada jumat tanggal 17/08/2018 khususnya Di Desa pulau sarak kecamatan kampar, mengadakan berbagai rangkaian acara,ironisnya pada acara panjat pinang yang biasa sudah menjadi acara rutin pada tanggal 17 agustus ini terjadi insiden yang mengakibatkan batang pinang jatuh.

 

Dari pantauan wartawan jumat 17/08/2018 berada dilokasi yang pada waktu acara sedang berlangsung berjalan, dan acara yang ditunggu bagi warga desa pulau sarak itu yang mana setiap batang pinang mempunyai Regu /kelompok.pada setiap kelompoknya ada yang berjumlah tujuh 7 orang dan bahkan ada juga yang lebih,tergantung pada ketinggian batang pinang yang akan di panjat para setiap regunya.

 

Kejadian insiden tersebut terjadi, ketika tidak lama berselang waktu regu pertama memulai untuk memanjat batang pinang. Para regu yang sedang berusaha untuk menaiki (memanjat) batang pinang pertama yang mana para regu/kelompok rata -rata berukuran tinggi. Sesampai di atas ujung batang pinang, para penaiki (pemanjat) yang belum sempat sampai ketempat meraih hadiah yang tersedia di atas tersebut, tiba -tiba batang pinang tumbang dan para pemanjat tersebut jatuh bersamaan dengan batang pinang itu.

 

Dengan hal demikian, Panitia penyelenggara acara dan warga langsung membawa korban atas nama (supri) dilarikan ke puskesmas Air tiris untuk mendapatkan tenaga medis, tidak berapa lama kemudian tidak puas di puskesmas, pemuda dan panitia perayaan langsung merujuk korban ke rumah sakit umum daerah (RSUD) bangkinang. Sampai di RSUD korban langsung di tangani Tim medis rumah sakit dan di ronsen, Hasil ronsen menunjuk kan kalau sikorban tidak ada yang patah.

 

Setelah di ronsen, Supri langsung di kasih obat oleh pihak rumah sakit dan pihak rumah sakit pun membolehkan untuk di bawa pulang.Namun tidak puas dengan penanganan medis, panitia perayaan dan pemuda langsung membawa korban ke tempat dukun patah. Setelah di periksa di tempat dukun patah korban sama sekali tidak ada mengalami patah tulang, hanya korban cuman mengalami remuk aja.terang bakri ayah korban tersebut.

 

Hal ini dibenarkan oleh ayah korban Bakri saat dikonfirmasi wartawan jumat malam 17/08/2018 ayah korban (bakri) membenarkan bahwa kalau anaknya (sukri) tidak ada yang patah tulang, " sewaktu anak saya di bawa kepuskesmas air tiris, lalu di rujuk ke rumah sakit umum bangkinang dan langsung kedukun patah tulang,dan hasil dari ronsen rumah sakit saya yakin sekali anak saya ini tidak ada yang patah " ujar bakri saat diminta keterangannya oleh wartawan dirumah kediamannya.

 

" Saya senang sekali kepada panitia perayaan dan pemuda yang begitu bertanggung jawab kepada anak saya yang sudah langsung membawa untuk berobat,tutur ayah korban (bakri)

 

disisi lain,saat wartawan menjumpai kepala dusun II (numan) jumat malam 17/08/2018, menyampaikan bahwa sejauh ini tidak ada yang patah yang seperti di ceritakan orang orang apalagi patah leher dan saya ikut juga membawa korban kerumah sakit.

 

" tidak ada yang patah, apalagi patah leher seperti yang diceritakan orang -orang dan korban sampai saat ini sehat dan tidak ada yang patah " ujar nurman

 

Panitia dan pemuda beserta kepala desa telah berkunjung kerumah korban, pihak korban telah menyelesaikan permasalaan ini dengan secara kekeluargaan. tutupnya (Dpr/Edi)

Whoops, looks like something went wrong.