Tuesday, 01 August 2017 | 07:43:40 WIB | 351 Pembaca

Pelayanan Pukesmas Rumbio Jaya Tidak Prima

Kesehatan

Foto:

Portalriau.com - KAMPAR - Belum lama ini Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar melalui Sekretarisnya Dedi Sambudi MKes mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap Puskesmas yang ada di seluruh Kabupaten Kampar harus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Namun, peringatan tersebut nampaknya tidak diindahkan oleh salah satu puskesmas yang ada di Kabupaten Kampar, yakni Puskesmas Rumbio Jaya. Hal ini diungkapkan oleh salah satu wartawan media online yang bertugas di Kabupaten Kampar bernama Ed yang beberapa hari lalu membawa istrinya yang akan melahirkan ke Puskesmas tersebut.

Ed menyebutkan sangat disayangkan pelayanan Puskesmas di Rumbio Jaya tidak layak disebut Puskesmas, pasalnya pada malam kemarin dirinya merasa kecewa terhadap oknum yang sedang piket malam di Puskesmas tersebut.

"Kejadian bermula pada malam kemarin, istri saya mau melahirkan sekitar pukul 01:05 wib dini hari, namun bukannya melayani dengan baik, malahan saya mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Awalnya saya meminta istri saya dirujuk ke RSUD Bangkinang, ironisnya dengan jawaban yang tidak logis para penjaga malam tersebut menyampaikan bahwa tidak bisa membuat surat rujukan dikarenakan kertas habis," terangnya kepada media Senin (31/7/2017).

Dilanjutkan Ed, setelah terjadi percekcokan mulut dengan perawat, akhirya surat rujukan tersebut bisa dikeluarkan oleh pihak Puskesmas, namun lebih ironisnya lagi, pada saat kendaraan ambulance puskesmas akan dipakai untuk menuju RSUD, oknum petugas jaga malam tersebut menyampaikan bahwa minyak mobil tidak ada. "Mereka berdalih agar saya memberikan uang transpor untuk mereka," terang Ed.

Disamping itu, Ed mengatakan aksi mereka tidak sampai disitu, pada saat istrinya sedang mengalami pecah air ketuban, Ed kalut dan panik. "Kalau sempat terjadi sesuatu dengan istri saya dan anak saya bagaimana, siapa yang tanggung jawab," pungkasnya.

"Pada saat itu dalam keadaan kalut baru saya menyampaikan bahwa saya adalah wartawan yang bertugas di Kampar, hingga akhirnya para parawat yang jaga malam itu ketar ketir untuk melayani saya," terangnya.

Dilanjutkannya Ed, atas perlakuan oleh oknum perawat Puskesmas Rumbio Jaya tersebut dia meminta agar pemerintah Kampar agar lebih jeli mengevaluasi kinerja puskesmas yang berada di Rumbio Jaya. "Kalau lama-lama dibiarkan bagaimana masyarakat menerima pelayanan yang bagus, bisa-bisa nyawa jadi taruhannya," terang Ed.

Seperti diketahui, di dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 43 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan yang Memutuskan dalam Pasal 1 berbunyi, standar pelayanan minimal bidang kesehatan, yang selanjutnya disingkat SPM Bidang Kesehatan merupakan acuan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam penyediaan pelayanan kesehatan yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal.

Pasal 2, (1) Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota menyelenggarakan pelayanan dasar kesehatan sesuai SPM Bidang Kesehatan. (2) SPM Bidang Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a) Setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar. b) Setiap ibu bersalin mendapatkan pelayanan persalinan sesuai standar.

Atas kejadian malam itu, Ed sudah mengumpulkan dokumentasi dan rekaman kejadian secara lengkap untuk bahan laporan kepada aparat terkait. "Saya dan pihak keluarga besar saya akan mencari cara menempuh jalur hukum atas tindakan yang sudah membuat saya dan istri saya kecewa atas pelayanan puskesmas tersebut," tutupnya. (DPR)