Wednesday, 21 June 2017 | 11:58:02 WIB | 346 Pembaca

Razia Pasar Ramadhan, BPOM Temukan Beberapa Makanan Berbahan Boraks

Ramadhan

Foto:

PORTAL RIAU, Kuok – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Wilayah Riau Pekanbaru bersama Satuan Tugas Pangan Kabupaten Kampar, setelah melakukan sidak dengan uji sampling terhadap berapa makanan atau takjil menemukan beberapa makanan yang mengandung bahan Boraks.

Dimana  sidak yang dilakukan BPOM dan Satgas Pangan Kampar tersebut dilpusatkan di Pasar Ramadhan Kuok Kecamatan Kuok, pada  selasa sore (20/6).

Kepala BPOM Wilayah Riau yang diwakili Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Linda Yeni dalam sidaknya didampingi Ketua Tim Satgas Pangan Kampar yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Ketahan Pangan Kampar Drs Muhammad,M.Si bersama Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kampar Afdal serta tim lainnya dari Dinkes Kampar.

Usai melakukan sidak serta uji sampel dibebarapa makanan, Linda Yeni bersama tim menemukan beberapa makanan yang mengadung bahan berbahaya seperti Boraks dan Rhodamin B.

Dimana beberapa makan positif yang berhasil diamankan BPOM dan Satgas Pangan pada sore tersbut antara lain, Yeni menjelaskan seperti makanan Delima dari penjual Ibu Nur yang mengandung bahan Rhodamin B, Sagu Bonai Rhodamin B dari Buk As Bangkinang  , Kerupuk Nasi Buk En bahan mengandung Boraks serta Kolak Dewai yang terbuat dari bahan Rhodamin B.

Yeni menambahkan, bahda dari dua bahan yang diproduksi untuk beberapa makanan tersebut merupakan bahan yang sangat berbahaya untuk kesehatan apabila dikonsumsi. Karena apabila kedua bahan tersebut sering dikonsumsi akan menimbulkan berbagai penyakit seperti ganguan pencernaan, ginjal bahkan kanker, sebab bahan ini hanya untuk campuran Lem bukan untuk makanan.

Sementara itu Sekretaris Dinas Ketahan Pangan Kampar Drs Muhammad,M.Si bersama Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kampar Afdal menjelaskan, bahwa bahan-bahan yang ditemukan tesebut sementara dikembalikan kepada pedagang dan dilarang untuk menjualnya kembali.

Apabila ditemukan lagi nantinya, para pedagang tersbut akan ditindak tegas. Akan tetapi hal ini nantinya akan tetap diusun BPOM dan Satgas Pangan Kampar kerjasama Dinas Kesehatan untuk mengusut tuntas siapa pelaku utamanya.

Dengan demikian tim satgas pangan kampar berharap kepada suluruh lapisan masyarakat kampar, kedepan untuk berhati-hati membeli makanan atau takjil yang akan dukonsumsi disaat berbuka puasa maupun habis ramadhan nantinya.(Mzk/DPR)