Populer
Friday, 17 February 2017 | 11:04:15 WIB | 408 Pembaca

Peduli Abrasi, Siswa SLB Sekar Meranti Lakukan Penyemaian Bibit Api-Api Dalam Polybag

lingkungan

Foto:Sejumlah siswa SLB Sekar Meranti, saat melakukan penyemaian bibit api-api didalam polybag bertempat di halaman sekolah, Kamis (16/2/17).

PORTALRIAU.COM - Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Sekar Meranti Desa Anak Setatah, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, melakukan penyemaian bibit api-api dalam polybag. Hal ini dilakukan dalam upaya penyelamatan alam dari abrasi.
Demikian disampaikan Kepala SLB Sekar Meranti, Syafrizal, kepada RiauGreen.com, Kamis (16/2/17) sore. Dikatakannya, program pelestarian peduli abrasi yang dilaksanakan oleh SLB Sekar Meranti ini membutuh dukungan dari semua pihak. 

Safrizal juga mengungkapkan bahwa 7 dari 20 siswa binaannya itu telah melakukan penyemaian sekitar 4000 bibit api-api. "Sebenarnya mereka ini masih banyak yang bisa melakukan pekerjaan seperti itu (penyemaian) namun untuk sementara kita hanya sanggup menggunakan tenaga 7 orang ini dulu, karena mereka kerja kita bayar tidak menggunakan tenaga secara cuma-cuma," ungkapnya.

kata Safrizal pula, penyemaian bibit api-api ini dilakukan di halaman sekolah tersebut dengan menggunakan polybag, baru kemudian polybag tersebut diangkut ke pinggir pantai yang berjarak sekitar 30 meter itu.

Diakui Safrizal, pihaknya mengalami kendala pendanaan terutama untuk mendapatkan polybag. "Kita butuh polybag yang banyak, kalau soal pemasaran sudah ada sejumlah desa yang memesan bibit ini, seperti di Desa Alai dan Insit Kecamatan Tebingtinggi Barat," akuinya seraya mengatakan jika Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Meranti juga ikut peduli dan membantu dengan menyumbang sejumlah polybag kepada sekolah yang dikelolanya itu.

Selanjutnya, Safrizal berharap dukungan dan bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti agar program ini bisa berkelanjutan. "Kita sangat berharap agar program ini bisa berkelanjutan dan ini kita lakukan dalam upaya penyelamatan alam dari abrasi,"ujarnya.
 Safrizal juga menjelaskan bahwa mendidik anak berkebutuhan khusus diperlukan kesabaran dan kedekatan. Pengajarannya juga secara individual untuk setiap anak diberikan perhatian lebih. Faktor kedekatan ini membuat pentingnya keluarga berperan.

"Padahal, berkebutuhan khusus bukan berarti anak itu menjadi lebih rendah dari anak yang normal. Bahkan, anak berkebutuhan khusus memiliki potensi yang lebih dari anak-anak normal. Hanya saja untuk mengembangkan potensi itu perlu cara persuasif untuk mendidiknya," jelas dia.

Syafrizal menyadari, tidak mudah mendidik anak-anak berkebutuhan khusus, namun tidak juga terlalu susah. Karena menurutnya, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki karakter khusus juga. Tidak sama satu anak dengan lainnya. Khususnya di sekolah, menjadi suatu kebanggaan tersendiri baginya apabila melihat anak didik mengalami kemajuan.** (rg/DPR)