Monday, 04 March 2019 | 10:50:10 WIB | 66 Pembaca

Bupati Pelalawan Resmikan Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu di Sei Upih Kuala Kampar

pertanian

Foto:

Portalriau.com - KUALA KAMPAR - Kuala Kampar adalah Kecamatan yang terletak diKabupaten Pelalawan dengan Jarak 159,2 Km dari ibukota kabupaten pelalawan yang terletak di Pangkalan Kerinci. Sedangkan Ibukota Kecamatan Kuala Kampar adalah Teluk Dalam. Luas wilayah kecamatan Kuala Kampar 136.466,81 ha dengan luas daratan 67.564,87 ha dan sungai 2.271,30 ha. Kecamatan Kuala Kampar memiliki 1 kelurahan dan 9 Desa.

 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pelalawan Ir. Syahfalefi M.Si dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa arah kebijakan pembangunan selalu kita sinergikan dengan kebijakan pusat dengan melalui Keputusan Menteri pertanian No. 380 tahun 2016 sampai saat ini di tetapkan sebagai kawasan pengembangan padi dan khususnya di Kecamatan Kuala Kampar yang juga masuk kedalam Grand Design Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor wilayah perbatasan.

 

Oleh karena itu melalui program strategis Pelalawan Makmur, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Pelalawan dengan bersinergi berbagai pihak dalam rangka mewujudkan Pelalawan Emas. Kabupaten Pelalawan melalui Pembangunan jangka menengah dalam rencana strategi 2016-2021 : Telah mengambil kebijakan focus Komodintas Padi untuk tanaman pangan, sementara untuk Komoditas Holtikultura cabai dan manggis, Dan juga focus pengembangan sentra-sentra yang terintegrasi menjadi kawasan dengan skala Agribisnis.

 

Kita menyadari bahwa perkembangan teknologi pertanian begitu pesat, oleh karena itu kelembagaan kelompok tani dan gapoktan yang ada mulai kita dorong untuk bertranformasi menjadi kelembagaan petani yang berorientasi Agribisnis, maka dengan semangat gerakan Inovasi Menuju Pelalawan EMAS ( Ekonomi, Mandiri, Aman dan Sejahtera). Kita melakukan berbagai terobosan pengembangan model Cooperative Farming yang telah di Launching oleh Bupati Pelalawan beberapa waktu lalu, yaitu mulai pengelolaan sarana prasarana produksi ( Alsintan, Benih dan Pupuk), Budidaya, Pengolahan, Pemasaran sampai keuangan mikro dikelola menjadi satu manajamen agribisnis.


Dengan secara bertahap pengelola Coopertative Farming ini akan melayani secara professional kebutuhan usaha para petani dan utnuk itu secara gabungan menjadi anggotanya khusus blok III Gapoktan Harapan Maju Desa Sei Upih, juga gpoktan lain segera mengadopsi dan membentuk model Coopertative Farming ini. Untuk mendukung Coopertative Farming dan pengemabangan kawasan pertanan di Kabupaten Pelalawan, telah dan akan mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian. Ujarnya Kadis Pertanian Ir Syahfalefi M.Si

 

Bupati Pelalawan HM Harris menambahkan kata sambutan dalam rangka peresmian SP3T menyampaikan bahwa Pulau Mendol dengan Luas kurang lebih 30.000 Ha yang tepatnya pada saat sekarang ini berada merupakan Lumbung padi bagi kawasan pesisir bagian tengah di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Pertanian di wilayah Kecamatan Kuala Kampar dengan pola bercocok tanam Padi dahulunya menggunakan pola menanam padi secara tradisional dan sebagian telah terjangkau oleh Program Pemerintah yaitu Salah satunya Program Strategis Pelalawan Makmur.

 

Pada tahun 2015 hasil produksi Padi mencapai kurang lebih 18.000 Ton GKG dengan luas baku lahan 7.380 Ha dan Luas Tanam 4.779 Ha dan tingkat Produktivitasnya yang sebelumnya rendah 3.75 Ton / Ha. Dengan Pola Tanam sekali setahun dan selain Infrastruktur yang belum memadai sehingga kesulitan dalam mewujudkan tata kelola air yang memungkinkan untuk meningkatkan pola tanam menjadi IP200 juga kesulitan mendapatkan benih unggul.

 

Dalam acara peresmian SP3T di Desa Sei Upih Kecamatan Kuala Kampar turut hadir Plh. Kepala Balai Besar Litbang Pasca Panen Pertanian Balitbangtan Kementan Dede Hoeruddin PhD, dan Dr. Rudy Cjahjohutomo, Kepala BPTP Riau Dr. Nana Sutrisna, Bupati Pelalawan HM Harris, Kadis Pertanian Kabupaten Pelalawan Ir Syahfalefi M.Si, Camat Kuala Kampar Tengku Eddy Zuchjar S.Sos. ( DPR/Rizal )