Wednesday, 20 December 2017 | 22:14:54 WIB | 79 Pembaca

GABUNGAN DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL RINGKUS 7 KAWANAN PERAMPOK BERSENJATA API

Hukum dan Kriminal

Foto:

PELALAWAN.portalriau.com--Tim Gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau dan Polres Pelalawan, mencatat sukses, berhasil menangkap 7 kawanan rampok bersenjata api, pistol. Rinciannya, 5 eksekutor dan 2 penadah.

Untuk mencari para tersangka pelaku, dijelaskan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau AKBP Hadi Poerwanto, Selasa (19/12/2017), pihaknya membentuk tim Eagle. Lalu Tim melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan 7 tersangka, satu lainnya masih buron.

Masing-masing tersangka adalah,
Benny berperan sebagai eksekutor dan ditangkap di Pekanbaru. BS dan OO juga eksekutor ditangkap di Pekanbaru. ‎Sedangkan SP alias Bidin (46) sebagai eksekutor ditangkap di Palembang.

Sementara MI alias Puntung (41) diciduk di Palembang, juga selaku eksekutor. Untuk‎ tersangka yang masih buron inisial Ed.

Selain itu, polisi juga meringkus 2 orang penadah hasil perampokan emas tersebut. Keduanya antara lain M AN (44) dan JM (49). Para pelaku ditahan penyidik Ditreskrimum Polda Riau.

‎”Barang bukti yang diamankan berupa dompet berisi Rp 2 juta, baju yang digunakan untuk merampok, mobil Nissan Evalia, 3 pucuk senjata api, dan emas sisa perampokan 130 gram, sepeda motor Vario beserta BPKB, dan kwitansi pembelian,” beber Hadi.

 

‎Peristiwa perampokan itu terjadi pada Rabu (6/12/2017) ketika ketiga korban usai berdagang emas di pasar Langgam. Mereka bertiga di antaranya Firdaus, M Nasir, dan Wati, ketika itu mau pulang menuju Pekanbaru sekira pukul 17. 30 Wib dari berjualan emas di Pelalawan.

Di perjalanan, persisnya di Simpang Muara Sako, sekira pukul 18.20 Wib, mobil mereka dipepet sekelompok pria, kemudian diadang dengan mobil Avanza Warna Hitam BM 1627 RA.

Khawatir kecelakaan, korban menghentikan laju kendaraan. Tak ayal, kawanan rampok itu langsung keluar dengan senjata api di tangan masing-masing. Salah seorang dari kawanan rampok itu memecahkan kaca depan sebelah kanan mobil Avanza korban dengan gagang senjata api yang diyakini rakitan jenis revolver.

Selanjutnya perampok itu langsung masuk ke dalam mobil korban. Saat itu korban tak berani melawan lantaran senjata api ditodongkan ke arah mereka.

Para pelaku lalu mengikat ke tiga korban sambil memukul dan mengambil barang-barang milik mereka. Kemudian membawa korbannya dengan menggunakan mobil korban dan di buang di Simpang Maredan, KM 4, Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayanraya, Pekanbaru, dalam keadaan tangan diikat dan mulut dilakban.

Atas kejadian itu, menurut pengakuan Firdaus, dia mengalami kerugian berupa emas berbagai bentuk dengan berat lebih kurang 1 kilogram dan uang tunai Rp 80 juta, dan 1 unit Hp Redmi 4.

M Nasir juga mengaku telah mengalami kerugian berupa emas berbagai bentuk lebih kurang 2 kilogram dan uang tunai Rp 80 juta serta 1 unit handphone samsung lipat. Sedangkan korban Wati hanya mengalami kerugian 1 unit handphone Samsung lipat.(rls/md)