Thursday, 15 March 2018 | 13:43:37 WIB | 162 Pembaca

Jumlah Korban Kecelakaan Kerja RAPP Simpang Siur

Tenaga Kerja

Foto:

 

 

PELALAWAN (portalriau.com) - Jumlah korban kecelakan kerja yang terjadi di lingkungan perusahaan Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Rabu (14/3) simpang siur, dari beberapa sumber yang dihimpun Awak Media terdapat perbedaan jumlah antara keterangan dari karyawan dengan management humas perusahaan pabrik bubur kertas terbesar di Asia itu.


Berdasarkan keterangan yang dirilis Humas RAPP, kecelakaan kerja yang terjadi pukul 17.50 WIB tersebut terjadi saat karyawan cek panel, dan kemudian saat mengambil foto koneksi panel, posisi kamera handphone terlalu dekat dengan panel, sehingga timbul ledakan di lokasi 292 ER 01, MCC Room Turbin.


Dari kejadian tersebut, terdapat 3 orang karyawan yang menjadi korban diantaranya Harvrizon mengalami luka bakar grade 3 kedua tangan dan grade 2 di dada dan bahu, dan paha kaki, grade 1 di muka,
Robin Pranoto mengalami luka bakar grade 2 di tangan kanan dan wajah grade 1 dan Sofyan Guniawan mengalami luka bakar grade 1 di jari tangan kanan kiri.


"Karyawan yang menjadi korban kecelakaan kerja langsung dilarikan ke Klinik Town Site 1 untuk mendapatkan pertolongan pertama, setelah itu baru dirujuk ke RS Santa Maria Pekanbaru" ujar Humas RAPP melalui rilisnya.


Disisi lain, berdasarkan keterangan yang dihimpun media dari sejumlah Karyawan RAPP yang bertugas di Riau Prima Energi (RPE) mengaku bahwa kejadian pada saat jam kerja itu sempat membuat kaget karyawan yang bertugas tidak jauh dari lokasi kejadian.


"Jumlah korban akibat kejadian itu sebanyak 4 orang, semuanya langsung dilarikan ke RS, kabar yang kita dapat dari beberapa karyawan lainnya, ada yang meninggal satu orang," ujar pria yang tidak mau namanya disebutkan itu.


Sementara itu, terkait keterangan yang diberikan karyawan tersebut, Coorporate Communication Manager RAPP, Budi Firmansyah membantah hal tersebut. "Tidak ada yang meninggal dan korban cuma 3 orang," tegasnya.


Lebih lanjut Budi mengatakan, saat ini perusahaan tempat nya bekerja tersebut tengah berusaha semaksimal mungkin agar listrik dapat kembali normal. "Saat ini tim teknis kami tengah berupaya memperbaiki gangguan yang terjadi, semoga segala gangguan dapat teratasi," ulasnya.(md)