Friday, 04 May 2018 | 20:27:53 WIB | 67 Pembaca

Limbah PT. Sri Indrapura Sawit Lestari di Duga Cemari Sungai Kiyap

lingkungan

Foto:

 


Pelalawan.portalriau.com-- Pabrik pengolahan minyak kelapa sawit milik perusahaan PT. Sri Indrapura Sawit Lestari (SISL) yang beroprasi di Desa Kerinci Kiri, Kecamatan, Kerinci Kanan, Kabupaten Siak diduga telah melakukan pencemaran terhadap aliran sungai yang ada diDesa kiyap Jaya kec. Seikijang Kabupaten Pelalawan.


Dari pantauan Media dilapangan kamis siang. 03/05/18, ditemukan dari tempat penampungan limbah milik PT. SISL ada pipa besar yang berada didalam tanah (Alias pipa siluman), pipa tersebut berpenghujung disebuah aliran sungai yang tidak jauh dari tempat penampung limbah milik PT. SISL, dari penghujung Pipa besar tersbut keluar semburan air yang cukup besar polumenya berwarna coklat pudar dan berbau menyengat, diduga PT.SISL sengaja membuang limbah secara diam diam kesungai kiyap jaya.


Pabrik kelapa sawit milik PT.SISL ini ternyata sudah beroprasi selama setahun dan selama setahun pula PT. SISL diduga telah melakukan pencemaran terhadap sungai yang ada di Desa Kiyap Jaya, wajar saja warga Desa Kiyap Jaya merasa terganggu, kegiatan warga disungai tersebut yang biasanya setiap hari dilakukan seperti mencuci kain, mandi dan mencari ikan, kini selama PT.SISL beroprasi kegiatan warga tersebut terhenti total.


Basrah (44) tokoh adat Desa Kiyap Jaya ketika dimintai penjelasan oleh Awak Media membenarkan bahwa sungai Kiyap Jaya telah tercemar oleh air limbah PT.SISL dan juga hal tersebut sudah berjalan setahun, ironisnya sampai hari ini tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan dan pemerintah terkait pencemaran sungai tersbut.


Lanjutnya" Padahal sungai ini adalah satu-satunya tempat pemandian, minum dan aktivitas nelayan masyarakat kami,
Kami masyarakat disini sangat di rugikan, karena sebentar lagi masyarakat Kiyap Jaya akan melaksanakan even "Mandi Balimau Potang Mogang" yang merupakan acara sakral adat istiadat masyarakat Kecamatan Bandar Seikijang yang di pusatkan di areal Sungai Kiyap Jaya tersebut.


"Sangat dirugikan pak, karena kami mau mandi belimau saja, bisa tidak jadi kalau seperti ini, karena ini acara rutin Kecamatan, tiap tahun yang di pusatkan disini," tandasnya.

Siti (55) warga setempat juga menyampaikan hal yang sama kepada Awak Media, semenjak sungai kiyap tersebut tercemar oleh limbah, dirinya tidak berani lagi mandi disungai untuk menyuci, karena sebelumnya sudah sering terkena penyakit gatal-gatal setelah mandi dan menyuci di sungai tersebut, padahal sebelumnya masyarakat biasa menggunakan air tersebut untuk minum dan keperluan pada umumnya" jelasnya.


Manager perusahaan PT. SISL saat di konfirmasi melalui via selulernya tidak memberi jawaban terkait dugaan pencemaran sungai oleh limbah PT. SISL.(md)