Sunday, 03 March 2019 | 07:20:26 WIB | 46 Pembaca

Masyarakat Resah Adanya Tumpukan Batubara Beraroma Tidak Sedap dan Pencemaran Air Sumur

lingkungan

Foto:

Portalriau.com - PANGKALAN KERINCI - Warga sekitar KM 5 diresahkan dengan tempat Stovel Batubara yang tidak memiliki izin tempat pemukiman masyarakat di lingkungan pemerintahaan  Kelurahaan Pangkalan Kerinci Barat khususnya di RT 01 RW 04 limbungangan bakti karya.(Minggu ,03/03/2019) Dengan adanya tempat stovel atau tempat penumpukan batubara di kawasan pemukiman masyarakat KM 5 Kelurahaan Pangkalan Kerinci Barat yang belakangan ini ada beberapa kerugian masyarakat terutama udara tercemar dan sumur air yang biasa untuk kebutuhan sehari-hari sudah tidak bisa lagi di gunakanan. Salah seorang warga dekat sekitar lokasi dimananya tempat penumpukan batubara dan saat di konfirmasi awak media ( Sahibun Ujung Saribu ) menyampaikan bahwa kepemilikan batubara tersebut kita tidak tahu.


Dengan adanya tempat penumpukan batubara ini sudah hampir empat bulan tidak kunjung di angkut oleh pemilik batubara dan kita sudah resah dengan ada penumpukan batubara tersebut. Ungkap Sahibun. Ditambahkannya," coba bang lihat sumur air bor kita sudah berubah warna dan air ini biasanya kita gunakan untuk kebutuhan sehari seperti masak, cuci baju, air minum. Dan kondisi saat sekarang ini kita terpaksa membeli air isi ulang untuk kebutuhan kita sehari-hari, Kita mempunyai anak kecil bang."


Di jelaskan Sahibun, Batubara tersebut hasil dari rejeck perusahaan PT RAPP yang tidak diterima dari suplayer ( batubarak Rejeck) dan ditumpukkan di dekat pemukiman kita. Ketika hujan beraroma tidak sedap,kalau cuaca panas batubara tersebut terbakar sendirinya dan juga air sumur kita berubah seperti warna minyak CPO. Kepala Lingkungan Budi dan warga " Harapan masyarakat untuk dapat segera di pindahkan batubara tersebut supaya masyarakat tidak resah dengan aroma udara yang ber bau berasal dari penumpukan  batuabara tersebut" . (DPR/Rizal)