Tuesday, 20 March 2018 | 10:21:32 WIB | 163 Pembaca

RAPP Mediasi, Hipamawan: Jangan Mau Dibodoh-bodohi

lingkungan

Foto:

 

Pengkalan Kerinci.portalriau.com- Ribuan ikan mati di kanal Outlet di area Instalasi Pengelolaan Limbah (IPAL) diduga akibat bocornya limbah PT RAPP, pihak PT RAPP dikabarkan melakukan mediasi hari ini, Senin (19/3/18). Di kantor Kepala Desa (Kades) Sering, Kecamatan Pelalawan.

Hal ini di benarkan Kapolsubsektor Pelalawan IPDA Yuliandri kepada Awak Media bahwa pertemuannya untuk mediasinya di laksanakan di kantor Kades Desa Sering, sekitar Pukul 14:00 Wib.

"Iya, pertemuannya di kantor Desa Sering, Pukul 14:00 Wib," jelas Kapolsubsektor Kecamatan Pelalawan yang akrab di sama Pak Pije ini.

Dalam hal ini, ketua Himpunan Mahasiswa Pelalawan (Hipmawan) Syariat menyayangkan sikap masyarakat terlalu cepat menerima penawaran dalam bentuk pertemuan dengan Pihak PT RAPP tersebut. Dirinya mengajak masyarakat jangan terburu-buru dan jangan mau di bodoh-bodahi oleh pihak perusahaan PT RAPP.

"Sebetulnya kita menyangkan cepatnya di lakukan mediasi ini, apalagi kabarnya ada tuntutan yang lama yang di kabulkan pihak Perusahaan (PT RAPP-Red), kita jangan mau di bodoh-bodohi, maksud perusahaan tersebut apa?, sekarang baru mau mediasi dengan masyarakat setelah di temukan ribuan ikan mati di kanal Outlet itu, sedangkan pihak PT RAPP belum mengakui ikan mati akibat limbahnya," ujar Syariat.

Ditambahkannya, karena kalau terbukti kematian ribuan ikan tersebut karena dampak dari limbah perusahaan tersebut, akibatnya tidak saja masyarakat Desa Sering, kedepan bisa saja seluruh masyarakat yang ada di wilayah sungai kampar yang kena dampaknya kalau di biarkan.

"Kenapa kita mengancam aksi demo kemaren, karena kalau di biarkan, tidak terbukti terus dampaknya masyarakat yang di wilayah pelalawan pesisir area sungai kamar lambat laun, pasti akan kena dampaknya juga," tegas Syariaat mengakhiri. (rls/md)

Whoops, looks like something went wrong.