Monday, 18 March 2019 | 15:21:41 WIB | 36 Pembaca

Telah Terjadi Kebakaran Lahan Seluas 26 Ha Milik PT.SSS Dikabupaten Pelalawan

lingkungan

Foto:

Portalriau.com - PANGKALAN KERINCI - Puluhan Petugas Karhutla sampai saat ini masih berada di lokasi perkebunan kelapa Sawit PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) di desa Kuala Panduk kecamatan Teluk Meranti yang terdiri dari Kesatuan TNI-POLRI, Mangga Agni, BPBD Kabupaten Pelalawan masih berjaga-jaga. Kondisi areal HGU Perkebunan Kelapa Sawit PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) yang sebagian merupakan sebagaian dari lahan HGU nya masih semak belukar dimana lokasi tempat kebakaran pada kordinat Co. 0.2090 N 102.3145 E , ( 0° 12' 32,4'' N 102° 18' 52,2" ). Dengan Luas lahan yang terbakar sekitar kurang lebih 26 Ha.

 

Pertanggal 15 Maret 2019 pukul 08.00 Wib, telah dilanjutkan pemadaman/pendinginan lokasi karhutla lahan masyarakat Desa Pangkalan Terap perbatasan dengan PT.SSS (Sumber Sawit Sejahtera) di Desa Pangkalan Terap Kecamatan Teluk Meranti Kab. Pelalawan Saat dikonfirmasi awak media kepada Koramil Bunut Kapten E Sihotang menyampaikan bahwa kondisi saat sekarang (18/03/2019) Tim satgas Karhutla yang terdiri dari personil TNI-POLRI, Manggala Agni, BPBD Kabupaten Pelalawan dan karyawan PT SSS masing berada dilokasi PT Sumber Sawit Sejahtera.

 

Kendala dilapangan dalam memadamkan api, petugas sangat kesulitan dalam memadamkan api. Disebabkan sulitnya medan, dan sulitnya mendapatkan air."urainya dan sejauh ini asap masih menghiasi areal perusahaan itu. Terang T Safril kepada awak media, 18/03/2019) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya saat di konfirmasi melalui Humas KLHK Djati Witjaksono Hadi kepada awak media melalui pesan singkat menyampaikan sanksi terkait kebakaran di areal kawasan HGU perkebunan Kelapa sawit dan Sanksi terhadap Perkebunan sawit diberikan oleh pemberi izin (bupati atau Gubernur). Sudah ada larangannya. Kalau pemberi izin tidak melaksanakan tugas-tugas atau unsur-unsur pembiaran, Maka Ditjen Penegakkan Hukum LHK akan turun langsung menangani. (DPR/Rizal)