Wednesday, 17 January 2018 | 11:38:00 WIB | 97 Pembaca

Tidak Ada Budget, Sertifikat CSR PT. Arara Abadi di Pertanyakan Komisi III DPRD Kabupaten Pelalawan

Sosial Dan Budaya

Foto:

PELALAWAN.portalriau.com -- Di tahun 2016 bahwa PT Arara Abadi mendapat rangking satu terkait peneriamaan Sertifakat Corporate Social Responsibility ( CSR ), PT Arara Abadi mempunyai lahan Hutan Tanaman Industri di wilayah kabupaten Pelalawan dan dampak dari masyarakat adalah akses jalan keluar masuk melewati pemukiman masyarakat yaitu dampak kesehetan ( debu jalan ), kerusakan jalan.

Komisi III DPRD Kabupaten Pelalawan melaksanakan Hering kepada pihak PT Arara Abadi bersama warga Kelurahan Sorek I beserta tiga desa lainnya di kecamatan Pangkalan Kuras dengan PT Arara Abadi, Selasa (10/1/18).

pimpinan sidang komisi III, Monang Pasaribu didampingi Oerpan, menyampaikan pertanyaan tetang kesanggupan PT Arara Abadi untuk membangun peningkatan badan jalan di kelurahan Sorek I melintasi tiga desa lainnya.

Hal tersebut menyusul penjelasan manajemen PT Arara Abadi yang dihadiri Humas Distrik Nilo, Zailun Sinaga tidak mengembirakan pimpinan sidang dan para peserta yang hadir.
Dengan santai, Zailun menjawab bahwa bahwa saat ini pihak perusahaan tidak memiliki dana untuk membiayai pembangunan peningkatan badan jalan tersebut.

Padahal kata Oerpan, terkait peningkatan badan itu sudah dilakukan perjanjian dua tahun yang silam. Kala itu, menurutnya, pihak perusahaan menyanggupi. "Memang, dua tahun yang lalu pihak perusahaan bersedia membangun peningkatan badan jalan. Bahkan dituangkan pada perjanjian. Akan tetapi mereka berkilah,
Komisi III DPRD Kabupaten Pelalawan dari Partai Demokrat Monang Pasaribu amat menyayangkan terhadap pemberian Sertifikat Corporate Social Responsibility PT Arara Abadi mendapat peringakat atau rangking satu.

Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan Monang Pasaribu dari Komisi III menyampaikan dalam acara Musrenbang Kabupaten Pelalawan tahun 2016 bahwa PT.Arara Abadi mendapat rangking I (Satu) terkait penerimaan Serifikasi CSR, Kami mempertanyakan kepada pemerintah daerah, apakah penilaian itu objektif.
Karena kesepakan yang sudah dua tahun maka tidak terlaksana sampai saat hari ini malah yang sudah dua tahun ketika kita mempertanyakan pada hari ini jawabannya tidak ada budget dan ini sangat mengecewakan.tegas Monang Pasaribu.

Kita dari DPRD Kabupaten Pelalawan mengharapkan kepada Pemerintah daerah untuk dapat meninjau ulang tentang pemberian sertifakat CSR yang di terima PT Arara Abadi selaku pemenang CSR tingkat pertama untuk program CSR di Kabupaten Pelalawan.

Kita serahkan Kepada Pemerintah Daerah apakah Sertifkat CSR itu ditarik kembali atau tidak, karena beban moral terhadap masyarakat artinya dalam hal ini termasuk perusahaan dan Pemerintah selaku pemberi dan penerima sertifikat CSR.
maka masyarakat harus mempertanyakan objektifitas pemberian sertifikat CSR terhadap PT Arara Abadi kepada penilaian ini. tegas Monang Pasaribu. ( md )