Populer
Thursday, 12 May 2016 | 16:53:00 WIB | 321 Pembaca

Hadapi Mea, Pemkab Diminta Berikan Pelatihan Kerja Kemasyarakat

BAGANSIAPIAPI - Dalam rangka menghadapi Masyarakat ekonomi Asia (Mea), Pemerintah Kabuapeten (pemkab) Rokan Hilir (Rohil) diminta untuk memberikan semacam sosialisasi dan pelatihan kerja kepada masyarakat. Pasalnya, Mea diketahui oleh sebagian kecil masyarakat saja, jika dipersentasekan hanya sekitar 10 persen saja.

Agar seluruh masyarakat mengetahui apa itu Mea, pemkab rohil sudah seharusnya melakukan sosialisasi dan memberikan pelatihan kerja kepada masyarakat luas. Dengan begitu, masyarakat akan mengetahui serta bisa mempersiapkan diri untuk menghadapinya, "kata Anggota DPRD Rohil, Edison Jamil SAg, Kamis (12/5) di Bagansiapiapi.

Untuk menghadapi Mea ini katanya pemerintah harus giat untuk melakukan sosialisasi ditengah masyarakat agar Mea itu diketahui. "bagi masyarakat yag telah berusia tua, senantidaknya meraka bisa mempersiapkan generasinya untuk diberikan suatu keterampilan. Dengan begitu, Mea nantinya bisa terlaksana dengan baik dan mampu bersaing, "ujarnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rohil ini juga menilai kalau saat ini kondisi persiapan dirohil belum layak untuk menghadapi Persaingan. Karena menurutnya masih banyak persoalan yang dihadapi oleh masyarakat terutama mengenai etos kerja yang dinilai masih lemah dan rendah, sementara Mea itu harus benar-benar mempunyai bekal yang cukup agar nantinya mampu bersaing, "jelas Edison.

Ia memberikan contoh negara-negara yang telah memiliki keterampilan dan keahlian dalam menghadapi Mea yakni Filipina dan Thailand. Masyarakat didua negara yang terletak diasia tenggara ini pemerintahnya telah melakukan Training kepada masyarakatnya.

"Dinegara Filipina itu pemerintahnya melakukan semacam kursus bahasa indonesia, bahasa daerah minang. Sementara kita dirohil ini apa yang telah dipersiapkan untuk masyarakat dalam menghadapi Mea, "tanya Edison. 

Ditambahkan, Daerah Sumbar itu identik dengan pasar. Artinya bisa saja kedepannya pedagang yang berjualan bakso disumbar itu orang dari Filipina atau thailand karena mereka pandai bahasa minang. Nah, inilah sebuah realitas yang nantinya harus kita hadapi "tuturnya sembari memberikan contoh.

"kalau dirohil ini jangankan untuk mengembangkan keterampilan ditengah masyarakat agar bisa merebut pasar yang ada di Filipina. Untuk merebut pasar lokal saja kita belum ada yang persiapan berupa keterampilan, bagaimana bisa bersaing, "pungkasnya sembari memberikan sindiran. (Dpr/Af)