Populer
Thursday, 07 November 2019 | 09:10:56 WIB | 568 Pembaca

Hadapi Pasar Global, Pemkab Rohil Terus Bekali Ilmu Kepada Bidan

advertorial

Foto:Bupati Rohil Urus Izin Praktek Bidan Gratis Dikabupaten Rokan Hilir

Portalriau.com - BAGANSIAPIAPI - Pemerintah Kabupaten (pemkab) Rokan Hilir (Rohil) saat ini masih terus meningkatkan pelayanan kesehatan hingga kepelosok desa yang ada di 18 kecamatan dirohil. Selain meningkatkan berbagai insfraruktur, pemkab rohil juga melakukan pembinaan kepada para dokter dan bidan. Karena dokter dan bidan sangat berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat banyak.

 

 

Para bidan yang tersebar dikabupaten Rohil terus diberikan pembinaan dan pelatihan dengan harapan mampu kedepannya mampu bersaing agar bisa memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal serta mampu mengurangi angka kematian kaum ibu dan bayi.

 

 

"Bidan itu harus bisa mandiri dalam menjalankan tugas dan fungsi (tupoksi) nya dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat," Kata Bupati Suyatno.

 

 

Dengan palayanan kesehatan yang baik diberikan kepada masyarakat maka secara otomatis akan mampu mengurangi angka kematian bagi kaum ibu dan bayi. Selain dari pada itu, Bidan juga harus mampu menguatkan peran dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga untuk pendukung pencapaian SDGS.

 

 

"Para bidan adalah bagian dari organisasi profesi nasional yakni ikatan bidan indonesia (Ibi) yang dibentuk untuk mengatasi berbagai permasalahan dalam pelayanan kesehatan yang salah satunya untuk menekan angka kematian bagi ibu dan bayi," kata Suyatno.

 

 

Ia juga mengingatkan agar para bidan tidak lagi berleha-leha dan menganggap suatu kegiatan dan program yang diberikan oleh pemkab rohil sebagai acara seremonial saja. Karena bidan itu harus mampu menghadapi tantangan pada tahun 2030 mendatang. Apalagi sebutnya kedepannya tugas bidan itu sangat berat, dimana nantinya harus mampu bersaing dipasar global dengan bidan-bidan dari negara lain yang ada didunia.

 

 

Nah, untuk menghadapi pasar global itu pemkab rohil terus melakukan pembinaan dengan memberikan pelatihan kepada para bidan yang ada. "kita saat ini tengah menyiapkan berbagai tantangan yang nantinya dihadapi seperti menyiapkan sumber daya manusia (Sdm) dan pola pikiran dengan membekali ilmu sosial, hukum, filosofi dan lain sebagainya.

 

 

Dinegara Indonesia sejauh ini telah banyak bidan dari negara luar seperti dari Thailand, Filifina, India dan negara lainnya yang berminat masuk kenegara kita sesuai dengan pasar global.

 

 

Dimana para bidan luar negeri itu saat ini tengah mempelajari bahasa indonesia dengan harapan bisa masuk keindonesia. Jika Bidan kita tidak memiliki ilmu maka secara otamatis akan tertinggal dan menjadi penonton dinegeri sendiri," Sebutnya sembari mengingatkan.

 

 

Dijelaskannya lagi, Negara lain seperti negara tetangga Malaysia memang diakuinya sangat mampu dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat. Sehingga masyarakat kita lebih banyak memilih mendapatkan pengobatan kenegara malaysia. Nah, ini tentunya bisa dijadikan sebagai salah barometer agar para bidan kita bisa menjawab tantangan yang dihadapi kedepannya.

 

 

Agar para bidan kita tidak ketinggalan dengan bidan-bidan yang ada dinegara lain, maka bidan itu harus bisa berkembang seiring dengan ilmu teknologi dan perubahan ditengah masyarakat. Untuk itu para bidan harus memiliki Manshet untuk mengembangkan dirinya.

 

 

Salah satu contoh mengembangkan diri itu harus mampu menguasai ilmu politik, Jika bidan itu sudah berkembang seperti menguasai ilmu politik maka kedepannya mereka akan lebih mampu lagi untuk meyakinkan pemerintah kalau profesi bidan itu bisa memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat," Pungkasnya.

 

 

**Urus Izin Praktek Bidan Gratis

 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Acil Rustianto mengungkapkan, saat ini di Rohil masih banyak ditemui para bidan yang belum yang belum memiliki izin praktek.

 

 

Ia sangat menyayangkan hal itu. Padahal untuk mengurus izin praktek bidan di DPM PTSP sangatlah mudah persyaratannya dan tidak dipungut biaya sedikitpun alias gratis. Oleh sebab itu, Acil Rustianto berharap agar bidan di Rohil tidak sungkan untuk datang ke kantornya mengurus surat izin praktek.

 

 

"Tidak ada pungutan biaya. Gratis, semuanya gratis. Kalau ada yang mempersulit ibu-ibu dan mungut biaya, segera laporkan ke kami, bila perlu kepada saya langsung lapor," tegas Acil. 

 

 

Acil menambahkan, salah satu Visi misi Pemerintah Daerah (Pemda) Rohil adalah untuk meningkatkan pelayanan dibilang kesehatan. Oleh karena itu dia meminta kepada bidan di Rohil yang belum memiliki izin praktik agar jangan singkat untuk datang ke PTSP dan akan diberikan pelayanan yang sebaik-baiknya.

 

 

Selain itu kata Acil, DPM PTSP juga sudah masuk dalam zona integritas menuju wilayah bebas korupsi. Namun untuk melakukan pengurusan nya diharapkan agar mengurus sendiri dan jangan melalui pihak ketiga untuk mengindari adanya biaya tambahan lain.

 

 

Disamping itu lanjut Acil, untuk pengurusan izin praktik syaratnya juga sangat mudah. Syaratnya, menyiapkan surat permohonan bermatrai 6000, pas foto 4x6 empat lembar, foto copy KTP pemohon, foto copy legalisir ijazah, surat rekomendasi dari pengurus IBI, rekomendasi dari puskesmas, rekomendasi dari dinas kesehatan, foto tempat praktek, surat pernyataan memiliki tempat praktek, surat keterangan sehat, foto copy NPWP dan matrai 6000 dua lembar.

 

 

"Ibu tinggal datang ke kantor antar syaratnya lalu tinggalkan nomor HP, kalau sudah selesai akan diberitahukan petugas kami melalui SMS untuk menjemput surat izin praktek nya," terangnya. (Adv Humas Pemkab Rohil)

Selengkapnya Foto "Hadapi Pasar Global, Pemkab Rohil Terus Bekali Ilmu Kepada Bidan"