Populer
Sunday, 17 July 2016 | 17:40:17 WIB | 364 Pembaca

Nelayan Tradisional Rohil Akan Diberikan Pembekalan

pertanian

Foto:

BAGANSIAPIAPI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) akan memberikan pembekalan bagi nelayan tradisional yang ada dinegeri seribu kubah. Pembekalan tersebut dilakukan agar para nelayan tau dengan batas wilayah saat melaut, sehingga kejadian penangkapan nelayan oleh polisi Malaysia kedepannya tidak terulang lagi.

"Alhamdulillah 19 nelayan asal kecamatan Pasir Limau kapas (Palika) yang ditahan oleh polisi malaysia kemaren sudah dibebaskan. Kita mengakui bahwa nelayan tradisional masih banyak yang tidak tau batas wilayah, Untuk itu sangat dipandang perlu jika nelayan diberikan pembekalan, "Kata Bupati Rohil, H Suyatno Amp, Akhir pekan lalu, di Bagansiapiapi.

Ia menilai sangat banyak sekali masyarakat Rohil yang bergantung hidup dilaut. Namun katanya masih banyak pula nelayan itu tidak mengetahui batas wilayah dalam menangkap ikan. "Mereka (Nelayan'red) pakai kapal pompong, akibat keasikan menangkap ikan sampai kelupaan bahwa pompongnya itu sudah melewati perbatasan Negara, "Jelas Suyatno.

Dirinya mengakui kalau nelayan tradisional yang ada dirohil rata-rata telah memiliki dan menggunakan GPS dalam menangkap ikan. Namun, GPS yang kita berikan dengan menggunakan APBD Rohil itu mamsih kurang canggih. "Kita telah diberikan masukan oleh kedutaan besar Republik Indinesia (KBRI) dikuala kumpur agar menggunakan alat yang lebih canggih lagi, "Terangnya.

Disaat ikut membebaskan nelayan kemaren, KBRI menunjukkan foto-foto GPS yang canggih. Melihat alatnya saya langsung respon dan memerintahkan Plt Diskanlut Rohil untuk memprogramkan anggarannya di APBD-P 2016 ini."Alatnya cukup canggih dan tidak mahal, kemudian alat itu juga bisa mengetahui dengan cepat batas antar negara dan bisa terlihat langsung serta bisa menjadi acuan para nelayan, "Ujar Suyatno.

Hubungan Indonesia dengan Malayasia sejauh ini seperti Abang dan adik. Dimana banyak orang indonesia berada dimalaysia dan begitu pula sebaliknya. "Jadi hubungan ini tetap akan kita bina secara kontiniu agar aktifitas nelayan bisa lancar dan leluasa mencari ikan tanpa takut melewati batas negara, "pungkasnya. (Dpr/Af)