Populer
Tuesday, 10 October 2017 | 08:55:06 WIB | 60 Pembaca

Bupati Rohul Launching Program Desa Mandiri dan E-Pajak PBB-P2 Pertama di Indonesia

advertorial

Foto:

Portalriau.com - PASIRPANGARAIAN -‎ Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Suparman S.Sos, M.Si launching atau meluncurkan Program Desa Mandiri Pajak dan E-Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2)‎, Selasa (10/10/17), di Convention Hall Masjid Agung Islamic Center Pasirpangaraian.


Program Desa Mandiri dan E-Pajak PBB-P2 menggunakan aplikasi Sistem Informasi dan Operasi Pengelolaan (Sismiop)‎. Program ini merupakan pertama diterapkan di Provinsi Riau dan Indonesia. Program dilakukan Pemkab Rohul, melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Rohul sebagai upaya meningkatkan sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor PBB-P2.


Pada tahap awal, baru tiga desa di Kecamatan Rambah ditetapkan sebagai pilot project Program Desa Mandiri‎ dan E-Pajak PBB-P2, yakni Desa Babussalam, Desa Rambah Tengah Utara, dan Desa Pematang Berangan. Peluncuran Program Desa Mandiri PBB-P2 dihadiri kepala desa dan Camat dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Rohul, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab, serta Forkompinda Rohul.


Plt Kepala Bapenda Rohul Jonni Muchtar SE, M.Si, dalam sambutannya sebagai pembuka acara mengatakan sebelum peluncuran, instansinya sudah melakukan beberapa persiapan. Salah satu menggelar sosialisasi terhadap tiga desa yang dijadikan pilot project, termasuk memberikan bimbingan teknis atau Bimtek kepada dua admin di tiga desa tentang tata cara pengelolaan PBB-P2.


Jonni mengaku baru tiga desa dijadikan pilot project atau contoh Program Desa Mandiri PBB-P2, karena tergantung anggaran dan pertimbangan jarak tempuh, dan berada di pusat Ibukota Kabupaten Rohul. "Terima kasih sebesar-besarnya kepada bapak Bupati Rokan Hulu (Suparman) yang telah mendukung Bapenda Rohul dalam meningkatkan PAD selama ini," sampai Jonni Muchtar.


Jonni mengungkapkan sejak 2012, pemungutan PBB-P2 masih mengalami beberapa kendala, seperti kurangnya pemahaman masyarakat tentang PBB, data wajib pajak (WP) tidak akurat, mutasi WP, potensi PBB belum maksimal, dan ada permintaan Kades untuk mengelola PBB secara mandiri. Ia menargetkan ada sekira 20 desa di Rohul akan dijadikan pilot project‎ Desa Mandiri PBB-P2 hingga akhir 2017.‎ Adapun desa yang dijadikan pilot project merupakan desa yang punya jaringan internet, sebab aplikasi Sismiop terhubung dengan server Bapenda Rohul menggunakan akses jaringan.


Sementara itu, Bupati Rohul Suparman menyambut baik peluncuran Program Desa Mandiri dan E-Pajak PBB-P2 dilakukan Bapenda Rohul. Ia berharap para Kades ikut dalam melakukan pemungutan PBB kepada wajib pajak di desanya masing-masing. Bupati Suparman mengharapkan Kades melakukan kreativitas dan berbagai terobosan untuk ikut meningkatkan PAD melalui PBB. Mantan Ketua DPRD Provinsi Riau mengharapkan dari setiap pertemuan dijadikan para Kades dan Camat untuk terus melakukan terobosan dan inovasi. "Dalam upaya meningkatkan PAD, saya terus mendorong untuk kita bersama-sama mencapai target ini (pajak)," ajak Bupati Suparman.


Apalagi, ungkap Suparman, saat ini setiap desa sudah menerima bantuan dana desa dan‎ alokasi dana desa sampai Rp 1,4 miliar. Sudah saatnya pihak pemerintah desa memberikan pelayan prima ke warganya.‎ "Saya yakin, potensi yang ada di desa, Kepala Desa lebih mengetahuinya. Mari kita bersama-sama dalam meningkatkan PBB-P2 di desa masing-masing," harap Bupati Rohul Suparman. (Advertorial/Humas/DPR)