Populer
Friday, 08 December 2017 | 08:45:54 WIB | 133 Pembaca

Disparbud Umumkan Pemenang Sayembara Desain Brand Pariwisata dan Tanjak Khas Rohul

advertorial

Foto: Rokan Hulu Diversity of Melayu' Jadi Brand Pariwisata Rohul

Portalriau.com - PASIRPANGARAIAN -‎ Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, resmi mengumumkan para pemenang Sayembara Desain Brand Pariwisata dan Desain Tanjak Melayu Khas Rohul. Pengumuman pemenang lomba‎ Desain Brand Pariwisata dan Desain Tanjak Khas Rohul di aula Kantor Disparbud Rohul, Jumat (8/12/17), dihadiri Direktur Utama Perusahaan Daerah (Peruda) Rokan Hulu Jaya atau PDRJ Jenewar Efendi S.Sos, didampingi Direktur Produksi dan Operasional Perusda Rokan Hulu Jaya Fitria Ruliani ST.


Selaku pemenang Desain Brand Pariwisata Khas Rohul, juara pertama yakni Rice Indah Tarigan dari Kecamatan Rambah, juara kedua Asril Jam'an dari Kecamatan Rambah Hilir, dan juara ketiga yakni Reski Efriyanto Zebua dari Kecamatan Rambah Samo. Sedangkan untuk juara pertama Desain Tanjak Khas Melayu Rohul yakni Muslim dari Kecamatan Rambah Hilir, juara kedua Theo Rapi Ridwan dari Kecamatan Rambah Hilir, dan juara ketiga Fahrudin Efendi dari Kecamatan Kepenuhan.


Kepala Disbudpar Kabupaten Rohul Drs. Yusmar M.Si mengatakan lomba Desain Brand Pariwisata dan Desain Tanjak Melayu Khas Rohul merupakan kerjasama antara Disparbud Rohul dengan Perusda Rokan Hulu Jaya. Brand pariwisata, dijelaskan Yusmar merupakan sebagai logo, lambang dan identitas Kabupaten Rohul dalam memperkenalkan potensi daerah ke dunia luar.‎


"Bahwa Rokan Hulu itu adalah daerah yang religius dan orang yang beragama dan berbudaya sekaligus sebagai tujuan (wisata). Dalam pelaksanaan sebenarnya semua sektor, tapi sekarang ini khusus di pariwisata dan kebudayaan," jelas Yusmar saat membuka acara. Berdasarkan proses sayembara maupun konsultasi dan penyesuaian dengan pihak Dinas Pariwisata Provinsi Riau dan Kementerian Pariwisata, untuk brand pariwisata Kabupaten Rohul adalah 'Rokan Hulu Diversity of Melayu' yang artinya Kabuapten Rohul punya keberagaman dari Melayu.


"Kalau brand adalah identitas. Kita menunjukkan kepada dunia luar, ini dia Rokan Hulu. Kalau mau kenal dengan Rokan Hulu ini dia, filosofisnya ada di sana. Apa yang terkandung budaya dan karakter masyarakatnya ada disitu tapi secara abstrak, itu ada di brand," ungkap Yusmar.‎ Untuk tanjak sendiri, jelas Yusmar, merupakan semacam alat pemersatu bagi masyarakat Rohul dan masyarakat lain. Dan tanjak sebagai pemenangnya diberinama 'Unak Serantau' atau duri serantau yang menjaga Kabupaten Rohul dari apapun halangan, rintangan dan macam-macam.‎ "Pokoknya yang tinggal di Rokan Hulu, (tanjak) inilah pemersatu yang kebetulan pemenangnya adalah 'Unak Serantau'," ungkap Yusmar.


Menurut Yusmar, istilahnya jika tanjak sudah dipasangkan berarti seorang akan aman dan tidak akan diganggu. "Istilahnya sudah masuk keluarga Rokan Hulu, maka dia mempunyai kewajiban untuk menjaga, membangun dan memajukan Rokan Hulu, baik kini maupun akan datang," jelas Yusmar. Mantan Kepala Distamben Rohul ini mengaku ada beberapa kriteria membedakan antara tanjak khas Rohul dengan tanjak dari daerah lain. Dan tanjak khas Rohul rencananya akan dipatenkan oleh Disbudpar Kabupaten Rohul.‎


"Ada yang membedanya tanjak Rokan Hulu dengan tanjak dari daerah lain. Memang banyak bermacam-macam tanjak yang yang ada di Melayu, akan tapi tanjak Rokan Hulu dilaksanakan melalui sayembara dan mempunyai filosofis sejarah tersendiri," terang Yusmar.‎ "Kalau (tanjak) punya daerah lain ada macam-macam, ada namanya Belalai Gajah, Dendam Tak Sudah, macam-macam memang, tapi satu daerah yang melaksanakan sayembara dan menetapkan tanjak untuk daerahnya sepengetahuan kita baru Rokan Hulu yang lain belum," katanya.


"Karena ini sudah kita sayembarakan dan sudah kita tetapkan, maka ini adalah patennya Rokan Hulu. Kalau memang ada tanjak khas Rokan Hulu dipakai oleh daerah luar, istilahnya daerah itu harus permisi dengan Rokan Hulu," tambah Yusmar.‎ Mantan Kabag Humas Setdakab Rohul ini menambahkan, tanjak merupakan alat pemersatu, seperti ulos yang ada di Provinsi Sumatera Utara dan sudah mendunia.


"Jadi (tanjak) ini alat pemersatu kita, siapa yang memakai tanjak yang lainnya harus menjaganya. Istilahnya dia sudah masuk ke dalam keluarga besar Rokan Hulu," tambahnya lagi. Ditanya apakah tanjak akan dibuat khusus dan corak, serta bisa dipakai oleh masyarakat, Yusmar mengaku masih perlu meminta izin kepada pimpinan.


"Rencana kita memang ada, sekaligus ini dijadikan cinderamata bagi tamu yang datang ke Rokan Hulu. Seperti Presiden tanjak akan buat kuning emas, Gubernur warna perak, Bupati warna perunggu. Ini akan ada kriteria-kriteria khusus setelah konsultasi dengan pimpinan nanti," kata Yusmar. "Ini akan coba untuk mensosialisasikan atau memasyarakatkan dulu di kalangan masyarakat Rokan Hulu.‎ Kita usahakan untuk dipatenkan, tapi tidak akan merubah filosofis awalnya," tandas Yusmar.

 

Perusda Rokan Hulu Jaya Siap Mendukung‎‎ 

‎Sementara itu, Direktur Utama Perusda Rokan Hulu Jaya, Jenewar Effendi, menyambut baik dan mengapresiasi apa yang dilakukan Kepala Disparbud Rohul Yusmar yang telah membuat Sayembara Desain Brand Pariwisata dan Desain Tanjak Khas Melayu Rohul. Dengan keluarnya brand pariwisata dan tanjak khas Melayu Rohul, jelas Jenewar, hal itu memudahkan bagi Perusda Rokan Hulu Jaya dalam menerapkan konsep kawasan wisata yang murah, meriah dan menyenangkan bagi masyarakat.


"Apalagi juga kita hari ini sudah ada Perbup untuk pengelolaan wisata di Kabupaten Rokan Hulu. Jadi pada intinya apa yang dibuat oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ini merupakan sebuah langkah awal kita untuk berpijak ke depan," jelas Jenewar. "Karena memang Rokan Hulu punya beberapa potensi yang saya kira tidak kalah dengan provinsi lain. Cuma kan selama ini kita ini kan kurang memanfaatkan, kurang menjadikan ini sebagai sebuah kecintaan kita terhadap daerah. Kita lebih bangga berwisata ke luar daerah, ke Sumbar, Jakarta ke Batam dan sebagainya. Padahal sebetulnya apa yang ada di Sumatera Barat juga ada di Kabupaten Rokan Hulu," tambahnya.


Jenewar mengharapkan ke depannya dengan adanya Brand Pariwisata dan tanjak khas Melayu Rohul, Pemkab Rohul bisa 'menjual' Rohul yang sudah punya identitas ke dunia luar. "Bahwa Rokan Hulu memiliki identitas. Jadi pariwisata kita ciptakan itu adalah pariwisata yang memiliki identitas, pariwisata yang memiliki brand sendiri yang berbeda dari yang lain, jadi tidak melulu pariwisata itu harus A atau B. Tapi Rokan Hulu punya nilai A yang plus atau B plus, ada kelebihan yang kita jual dari pariwisata Rokan Hulu ini," ujarnya.‎


"Bahwa wisata Rokan Hulu dalam wisata yang khas yang beda dari kabupaten lain beda dari provinsi lain lain, jadi ini yang kita ciptakan sebetulnya," terangnya. Jenewar mengaku Disparbud Kabupaten Rohul telah membuka jalan, dan Perusda Rokan Hulu Jaya akan mengisi jalan tersebut ke depan, dalam memajukan potensi pariwisata yang ada. Jenewar juga berharap kerjasamanya bukan hanya dalam persoalan pengelolaan kawasan wisata saja, namun kerjasama dalam melakukan kegiatan-kegiatan kebudayaan.


"Apakah itu sifatnya budaya, apakah itu festival lagu, apakah itu festival kesenian dan lain sebagainya. Ini menjadi kalender daerah. Ketika orang datang ke Rokan Hulu bukan hanya melihat keindahan pariwisatanya tapi juga melihat keindahan budayanya," jelasnya. Jenewar mengaku Perusda Rokan Hulu Jaya siap dan terus akan mensupport Disparbud Rohul dalam memajukan seluruh potensi pariwisata dan budaya yang ada di Kabupaten Rohul.

"Apalagi kita beranggapan bahwa ke depan kebudayaan dan pariwisata itu sesuatu hal yang sangat diinginkan oleh orang. Karena hari ini mereka sudah jenuh dengan pekerjaan, dan mereka butuh wisata dan butuh hiburan. Wisata tidak akan mati," kata Jenewar lagi. (Advertorial/Humas/DPR)