Saturday, 12 May 2018 | 13:30:16 WIB | 96 Pembaca

Haflah Akhirussanah XVIII Santri Ponpes Salafiyah Bupati Sukiman Harapkan Santri Berperan Membangun

advertorial

Foto:

Portalriau.com - ROHUL - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu menyatakan komitmenya dalam mendukung pengembangan sekolah berbasis keagamaan seperti madrasah dan pondok pesantren (Ponpes) di 16 kecamatan se Rokan Hulu. Selain dinilai cocok dengan julukan Negeri Seribu Suluk dan karakter daerah, pengembangan sekolah madrasah dan ponpes sangat diperlukan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Rohul yang cerdas, beriman dan bertaqwa serta berakhlakul karimah.

 

‘’Kita akan menjadikan Ponpes dan madrasah sebagai basis pembentukan karakter generasi muda religius. Tapi mempunyai sains dan teknologi. Kehadiran Ponpes memiliki peran strategis untuk mengantar generasi muda Islam menjadi sosok yang kaya dalam penguasaan ilmu pengetahuan, baik itu bidang agama maupun umum, sehingga kelak menjadi generasi Islam yang dapat dihandalkan dalam segala aspek kehidupan,’’ ungkap Bupati Rohul H Sukiman dalam sambutannya saat melaksanakan silaturahmi di Ponpes Salafiyah Babussalam, dalam acara Haflah Akhirussanah XVIII Santri Ponpes Salafiyah Babussalam Tahun 2018 Kecamatan Tandun, Sabtu (12/5) malam.

 

Menurutnya, kualitas lulusan madrasah dan Ponpes yang ada di Kabupaten Rohul harus ditingkatkan. Sukiman berpesan santri jangan hanya bisa tunduk dan pasrah pada situasi yang ada. Tetapi harus bangkit bercita-cita tinggi, berkomitmen tinggi, dan berwawasan luas. Kendati pengaruh informasi dan teknologi dapat mengancam generasi muda, tapi itu dapat ditangkis dengan ilmu agama di pondok pesantren. ‘’Para santri harus tetap memegang teguh nilai-nilai Islami dalam bergaul di masyarakat. Di era keterbukaan seperti saat ini, generasi muda, tak terkecuali para santri sangat rentan terpengaruh terhadap paham radikalisme dan obat-obat terlarang, serta upaya-upaya pendangkalan moral. Sebagai generasi islam yang setiap hari disuguhi dengan nilai agama, para santri pondok pesantren Salafiyah Babussalam ini, bisa menyebarkan nilai-nilai Islam di tengah-tengah kehidupan masyarakat,’’ ujarnya.

 

Mantan Dandim Inhil itu menilai, keputusan para santri dan orang tua dari santri untuk melanjutkan pendidikan di pondok pesantren merupakan pilihan sangat tepat. Terlebih dalam pembelajaran, pondok pesantren tidak hanya seputar pelajaran agama semata, namun memadukan dengan ilmu umum. ‘’Santri dan alumni pesantren merupakan generasi yang memilki nilai-nilai agama, yang diharapkan mampu menjadi pelopor dan garda terdepan dalam membangun Negeri Seribu Suluk yang kita cintai ini,’’ harapnya. Sukiman menghimbau para santri harus terus giat belajar, dan setelah kelulusan ini para santri hendaknya mampu melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, baik itu pendidikan formal maupun non formal.

 

Karena tantangan kedepan ini sangat berat, sehingga para santri dituntut untuk menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Jangan sampai menjadi orang yang tertinggal di bidang ilmu pengetahuan. ‘’Negeri ini senantiasa menantikan peran para santri untuk menyambut tongkat estafet dari generasi terdahulu, guna melanjutkan pembangunan. Jadilah saksi dari perubahan sejarah. Mari kita berlomba-lomba mengukir prestasi sehingga tercatat dalam sejarah peradaban di Rohul,’’ tambahnya. (Advertorial/Humas/DPR)