Populer
Thursday, 19 April 2018 | 21:26:25 WIB | 101 Pembaca

Jurnalis senior Desi Anwar, kupas kesultanan Siak

pemerintahan

Foto:

 


Siak (Portalriau.com ) Sebagai salah satu destinasi wisata di provinsi Riau, istana Siak memiliki daya tarik tersendiri bagi setiap wisatawan yang berkunjung. Dengan kekhasan yang dimiliki, istana Siak dengan nama Asseyarah al Hasyimiah ini mampu menarik perhatian banyak orang. Dari Jumlah kunjungan wisatawan yang didominasi wisatawan domestik, cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya.

 

Tidak hanya itu, istana Siak masih memiliki benda-benda peninggalan yang tetap terjaga keasliannya hingga saat ini. Tertarik dengan keunikan istana Siak tersebut, media Nasional Cable News Network (CNN) Indonesia melakukan shooting taping program insight with Desi Anwar yang langsung mengambil gambar di taman dan didalam istana Siak dengan mengupas sejarah kesultanan Siak.

 

Plt Bupati Siak Drs H Alfedri MSi, menjadi narasumber dalam program insight with Desi Anwar tersebut. Dimana sebagai salah satu destinasi wisata di sumatra, menurut Alfedri, istana Siak berdiri sejak tahun 1889 dengan di pimpin sultan pertama hingga sultan yang ke 12 yakni Sultan Syarif Qasyim. Pada masa sultan ini, kerajaan Siak bergabung dengan negara Republik Indonesia.

 


"Makna kerajaan istana Asserayah Hasyimiyah bagi kami adalah, sebagai simbol kerajaan melayu dan budaya melayu di nusantara, dan ini tentunya menjadi kebanggaan kami," jawab Alfedri saat ditanya oleh Desi Anwar, Kamis (19/8/2018) di halaman Istana.

 

Hal ini diabadikan, lanjut Alfedri, dengan suatu visi yaitu menjadikan pusat kebudayaan melayu di Indonesia pada tahun 2025. Sehingga sudah menjadi tanggungjawab Pemkab Siak untuk menjaga dan merawat istana tersebut. Istana tersebut sudah dua kali direstorasi, yaitu tahun 2002 dan tahun 2013.

 

"Sesuai dengan slogannya Siak the trully malay, disinilah melayu yang sebenarnya. Dan alhamdulillah, setiap tahun jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat," sebut mantan Camat Tualang ini.

 

Menurutnya, semua itu tak terlepas dari usaha promosi wisata melalui sport tourism, festival budaya, festival zapin internasional dan lain-lain.

 

"Selain itu setiap tahunnya kami selalu memperingati Haul Sultan, tradisi untuk mengenang jasa dan pengorbanan beliau terhadap NKRI," jelasnya.

Dilain pihak, salah satu kerabat istana Siak Said Muzani, juga dimintai keterangan bersama Desi Anwar menelusuri bagian dalam istana Siak. Tampak wanita berdarah minang itu antusias sekali bertanya terkait benda-benda bersejarah yang ada di istana.

Whoops, looks like something went wrong.