Tuesday, 27 March 2018 | 14:48:10 WIB | 147 Pembaca

Kadis Kominfo : Belum Ada Pejabat Pemkab Siak Yang Dipanggil KPK Menyangkut Kasus Hukum

pemerintahan

Foto: Kadiskominfo Kabupaten Siak H. Arfan Usman




Siak= (Portalriau.com) – Terkait adanya pemberitaan di salah satu media online, tentang adanya dua orang pejabat Pemkab Siak, yang dipanggil KPK diduga karena terkait kasus hukum. Sehingga banyak masyarakat yang membacanya dan menanggapi serius.

Ternyata berita itu tidak benar, pasalnya dua pejabat Pemkab Siak bersama personil KPK di Bandara SSK II, hanya pertemuan tidak sengaja, seusai kegiatan sosialisasi terkait LHKPN.

Seperti dijelaskan Kadiskominfo Kabupaten Siak H. Arfan Usman kepada Portal Riau .Com, Selasa(27/3/18).


Menurutnya, bahwa dampak pemberitaan Infosiak.com yang terpublikasi dengan judul “Nah lho! Beredar Kabar Dua Pejabat Siak di Panggil KPK” telah menyedot perhatian banyak pihak. Dan sesuai inisial (Y) membuat tebak-tebakan nama pejabat semakin hangat dibicarakan di beberapa tempat.


“Kita pastikan bahwa sejak Kamis (22/3/18) lalu hingga saat ini, belum ada pejabat Siak yang dipanggil KPK menyangkut kasus hukum, khususnya korupsi. Jadi kami harus meluruskan informasi simpang siur dan tidak bisa dipertangungjawabkan tersebut,” tegas Arfan Usman.


Memang, sambung Arfan Usman, lembaga KPK ada melakukan kegiatan di Kabupaten Siak yakni, sosialisasi tentang pencegahan korupsi di DPRD Siak yang diikuti anggota DPRD. Selain itu, sosialisi terkait laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) dilaksanakan KPK di kantor Bupati Siak sebelumnya.


“Setahu kami, itu agenda kegiatan KPK di Siak. Sedangkan terkait adanya pejabat Siak yang dilihat sumber Infosiak di bandara Pekanbaru itu, kita tidak tahu pasti, mungkin saja kebetulan bertemu di bandara sebagai tempat umum,” terang Arfan.


" Kami sangat menyayangkan atas prilaku seorang wartawan yang membuat berita itu, apakah dia mengerti UU Pokok Pers No.40 tahun 1999 dan kode etik wartawan, seharusnya wartawan itu konfirmasi dulu kepada kami, apa benar adanya temuan dilapangan itu, atau hanya kata orang berita bisa diterbitkan, sementara croschek tidak dilakukan," jelas Arfan.


Terkait pemberitaan di medianya tersebut, Pemred Infosiak.com Yenni Muharni mengakui pada berita Infosiak.com, Selasa (27/03/18), bahwa apa yang dibuat Wartawannya Masroni, memang berangkat dari fakta bahwa isu terkait pemanggilan pejabat Siak berkembang santer dibeberapa kalangan, khususnya di Kabupaten Siak, dan membuat rasa penasaran orang menjadi tinggi.


“Ya berita yang kita buat tujuannya memang untuk menjawab isu itu. Namun keterangan yang ada tidak memadai. Apalagi pejabat yang sempat tertulis inisialnya memang sangat sulit ditemui dan dihubungi lewat seluler juga tidak respon, sesuai keterangan Wartawan kita,” ungkap Yenni.


Dan kalau memang sudah ada bantahan dari Pemkab Siak dalam hal ini melalui Kadiskominfo H.Arfan Usman, bahwa tidak ada pemanggilan pejabat Siak pekan lalu, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berarti terjawab sudah kabar burung atau isu yang beredar.


“Sekarangkan jadi jelas, bahwa pemanggilan dua pejabat Siak tersebut hanya isu,” pungkas Yenni. ( DPR ).