Saturday, 28 April 2018 | 09:26:26 WIB | 47 Pembaca

Pembukaan Jambore Nasional Generasi Hijau Green Generation di Siak

pemerintahan

Foto:



Siak (Portalriau.com ) Ratusan muda-mudi yang tergabung dalam wadah generasi hijau seluruh Indonesia, tampak antusias mengikuti malam pembukaan Green Generation (Generasi Hijau) 2018 di Panggung Siak Bermadah, sabtu (28/4/18) malam.


Organisasi yang berbasis lingkungan hidup, Green Generation (GG) merupakan suatu wadah berkumpulnya generasi muda Indonesia. Sesuai dengan visi GG Indonesia mewujudkan generasi yang peduli dan berbudaya lingkungan. Sejak berdiri, Green Generation terus mengalami perkembangan serta tersebar di 300 Kabupaten/Kota di 26 Provinsi di Indonesia.


Plt Presiden Green Generation Indonesia, Rafli Rezatama, mengatakan, sampah memang tidak bisa di hilangkan dari negeri ini, namun gerakannya dapat dimulai dari diri sendiri. Kemudian berbagai program yang berbasis lingkungan juga telah dilaksanakan Green Generation Indonesia seperti gerakan GG Remaja dan Kampanye Lingkungan hidup.


"Kita semua harus peduli terhadap lingkungan. Persoalan lingkungan tidak hanya di tangani pihak Kementrian Lingkungan Hidup saja, namun di seluruh Kementrian dan seluruh masyarakat Indonesia," harapnya.


Sementara, Plt Bupati Siak Alfedri menyatakan rasa bangganya atas diterpilihnya Kabupaten Siak sebagai tuan rumag Green Generation 2018 ini. Ia katakan, selama ini anak-anak generasi hijau Siak sangat proaktif melaksanakan berbagai aktifitas dalam rangka pelestarian lingkungan hidup.


Selaku orang tua dan pemerintah, kami bangga dengan kalian. Kalian adalah tumpuan kami (pemerintah), kalau dari yang muda sudah peduli terhadap lingkungan, saya yakin kebijakan pemerintah akan berdampak dengan baik,” ujarnya..


Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Novrizal Tahar menjelaskan, bahwa Kota Siak adalah Kota perkembangan peradaban Islam di tanah melayu. Disamping sejarah di Kabupaten Siak, sejarah Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar Indonesia juga menginspirasi perjuangan negara-negara dan tokoh-tokoh didunia.


Sehingga, diharapkannya Green Generation mampu menjadi pewaris Indonesia sebagai bangsa yang maju, untuk mengatasi persoalan lingkungan.


GG harus dapat membangun kultur yang cocok dengan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Seperti gerakan-gerakan yang telah dilakukan GG yang membawa perubahan.


"Ayo, saya tantang kalian untuk menjadi generasi pelopor yang bertanggung jawab terhadap sampah dan lingkungan," pintanya.


Usai sambutan, Novrizal Tahar melakukan pemasangan tanda peserta kepada perwakilan dari Provinsi Aceh dan Kalimantan Timur.


Helat Jambore Nasional Generasi Hijau tahun 2018 berlangsung hingga 3 Mei mendatang. Dan acara malam pembukaan ini juga dihadiri Staf Ahli Kemenpora Bidang Ekonomi kreatif Dr Joni Mardizal, Asdep peningkatan kapasitas pemuda I Gusti Putu Raka Ratimai, Plt Gubri yang diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Riau, pejabat kabupaten/kota se Riau.