Friday, 06 April 2018 | 11:11:34 WIB | 195 Pembaca

Pemkab Siak komit Berikan Pelayanan Masyarakat

pemerintahan

Foto:

Siak(Portalriau.com) Seorang warga Kwalian kec. Siak, yang enggan disebutkan namanya, membawa mertuanya berobat ke RSUD Tengku Rafian beberapa waktu yang lalu. Singkat cerita akhirnya ibu mertua dirawat inap karena sakit ginjal.

 

Ia mengaku, sejauh ini pelayanan dari rumah sakit baik-baik saja, menurut dia masih wajar-wajar saja. Asalkan kita mengikuti prosedur dan aturan rumah sakit ini.

"Sejauh ini yang kami rasakan baik-baik saja, mereka (pihak RSUD) memberikan pelayanan sesuai dengan kemampuan yang ada," sebut pria itu.

 

Masing- masing masyarakat, lanjutnya, tidak sama karakternya, ada yang mengerti dengan prosedur rumah sakit dan ada yang tidak mau tahu. Apalagi kondisi pasien yang datang berobat dengan kondisi parah, dan tidak segera di tindaklanjuti. Hingga membuat pihak keluarga yang mengantar merasa jengkel atau kesal.

 

Wajar saja kita sebagai masyarakat, tentu ingin mendapatkan pelayanan yang baik. Namun demikian pihak rumah sakit punya keterbatasan. Hal inilah terkadang yang tidak bisa di mengerti oleh masyarakat.

Sementara Direktur RSUD Tengku Rafian, Benny Chairuddin, yang ditemui Rabu (4/4/2018) kemarin, mengaku sangat berterimakasih kepada keluarga pasien atau masyarakat yang bersedia menyampaikan keluhannya tentang pelayanan kesehatan di RS plat merah itu. Karena dengan adanya keluhan itu bisa untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi selama ini.

"Untuk memberikan pelayanan yang paripurna membutuhkan waktu dan komitmen bersama, karena RSUD kita ini tergolong baru berdiri, yang masih membutuhkan pembenahan dan peningkatan fasilitas yang ada. Kedepan kalau sudah lengkap kita bisa tingkatkan menjadi RSUD tipe B," ungkap Benny.

 

Ia mennjelaskan, Pemkab Siak juga akan menyiapkan semua fasilitas kepada para dokter tersebut ketika memulai tugasnya berupa kebutuhan fasilitas alat kesehatan untuk dapat berpraktek di RSUD maupun fasilitas pribadi berupa tempat tinggal beserta isinya serta kendaraan operasional.

"Untuk kesejahteraan dokter kabupaten Siak termasuk salah satu yang tertinggi di Provinsi Riau dalam pemberian tunjangan dokter spesialis yang bekerja di RSUD. Dengan harapan para dokter dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," ujar Benny.

Pemkab Siak, kata Benny, sangat berkomitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya. Salah satu prioritas dalam hal ini adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis. Ini terbukti di awal tahun 2018 satu-satunya kabupaten/kota di Provinsi Riau yang melakukan kerjasama/ MOU dengan Kementerian Kesehatan RI dalam memenuhi kebutuhan dokter spesialis.

 

"Pihak Kemenkes akan membantu kita, mengirim dokter spesialis baik untuk RSUD T. Rafi'an maupun RSUD baru yang ada di kecamatan Tualang dan beberapa kecamatan lainnya," tambahnya.

Dikesempatan yang berbeda, Kadis Kesehatan Siak Tony Chandra menuturkan, kesehatan merupakan hak asasi manusia, dan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan swasta. Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak semata-mata ditentukan oleh hasil kerja keras sektor kesehatan saja, melainkan juga dipengaruhi oleh hasil kerja keras serta kontribusi positif berbagai pihak, termasuk peran serta masyarakat.

 

“Pembangunan kesehatan harus diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang. Agar derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud,” sebut Tony Chandra beberapa waktu yang lalu.

Salah satu upaya Pemkab Siak lanjut dia, dalam rangka meningkat SDM adalah dengan memberikan bantuan Tugas Belajar bagi para dokter umum dan dokter gigi untuk melanjutkan Pendidikan Program Dokter Spesialis. Dimana para dokter ini akan kembali ke daerah setelah menamatkan pendidikannya.

 

"Mereka (dokter) di bantu untuk tugas belajar dokter soesialis, dan akan kembali mengabdi ke Siak setelah selesai pendidikannya," jelas Tony.

Tony menambahkan, bagi seluruh tenaga kesehatan yang bekerja di instansi pemerintah diberi kesempatan untuk meningkatkan pendidikan maupun kemampuan dan keahlian diri sesuai kebutuhan dan perencanaan anggaran yang ada. Langkah tersebut ditandai adanya kerjasama dengan universitas yang ada di Jepang untuk menerima peserta didik yang dikirim Pemkab Siak.

 

Menurut informasi yang diterima, dokter dari Siak yang melanjutkan studinya adalah, spesialis penyakit dalam, spesialis kandungan, spesialis jantung, spesialis bedah, spesialis syaraf, spesialis radiologi, spesialis patologi anatomi, spesialis jiwa, spesialis bedah tulang, dan spesialis patologi klinik.

***