Saturday, 07 April 2018 | 23:56:57 WIB | 672 Pembaca

Kapolsek Mandau Menjawab, Satu dilepaskan Keluarga Pelaku Lain Protes

Hukum dan Kriminal

Foto: Kapolsek Mandau Kompol Ricky Ricardo Sik (redaksi) Poto sumber riaulantang.com

Mandau (Portalriau.com) - Keberhasilan Polsek Mandau menggulung 5  orang diduga pengedar dan pemakai sabu dengan barang bukti senilai Rp 250 juta, di Jalan Pelita, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Kamis (29/3/2018) menyisakan pertanyaan. Pasalnya salah satu tersangka  PR  diduga sudah dibebaskan. Pihak keluarga pelaku lain yang melihat PR  sudah kembali berkeliaran di seputaran Duri, protes dan tidak terima atas perlakukan khusus Polsek Mandau itu.



Kepada sejumlah wartawan di Posko Pengaduan Warga terkait layanan Polsek Mandau, Sabtu (07/04/2018), Hendri salah satu keluarga pelaku menyampaikan protes atas di bebaskannya satu dari lima pelaku itu.



"Saya sungguh takjub.  Semula ada 5 pelaku,  kini tinggal 4 orang. Saya pastikan dia yang dilepas itu 1 dari 5 yang ditangkap..Ada permainan apa ini. Bisa main lepas saja, "ungkapnya. 



Menurutnya, setelah mendengar dan ada saksi kalau salah satu tersangka sudah dilepas, pihaknya mencoba menghubungi salah seorang penyidik. Penyidik tersebut mengatakan kalau yang dilepas itu tidak berada dalam rumah saat penggerebekan. 
"Informasi yang disampaikan penyidik ini saja sudah berbeda dari pemberitaan yang saya baca dibeberapa media. Dikatakan disana kelima tersangka ini digrebek dalam rumah. Lagi-lagi timbul pertanyaan, permainan apa ini?. Kalau memang yang dilepas ini tidak bersalah, seharusnya sudah dilepas dalam jangka waktu 1X24 jam. Namun ini sudah lebih dari 3 hari baru saya dengar dilepas, "tanyanya.



Begitu dipastikan, lanjut Hendri, kalau tersangka ini dilepas, dia mendatangi beberapa saksi yang sudah melihat kalau tersangka ini memang berkeliaran di Kota Duri. Pihaknya juga turut mencari informasi keberadaan tersangka ini dimana keberadaannya saat ini. 


"Begitu informasinya pasti, saya dan beberapa teman melacak keberadaan tersangka ini. Ternyata benar tersangka mangkal disimpang Pokok Jengkol, Simpang Garoga Terakhir tadi pagi tersangka ini sudah berada didaerah Kulim. Sepertinya  informasi sudah bocor ke tersangka ini," bebernya.



Masih kata Hendri, pihaknya hanya butuh keadilan. Jangan ada tebang pilih dalam narkoba ini.

"Kalau dia bisa bebas, kenapa adik kami yang dalam kondisi sakit tidak bisa  bebas juga  (pelaku lain yang ikut diamankan-red). Jangan-jangan ada permainan di balik lepasnya PR. Padahal rumah yang dijadikan lokasi pesta sabu itu tercatat dia yang menghuninya. Ada apa ini. Kami akan  bongkar habis penanganan perkara di Polsek Mandau ini," tukasnya.sumber berita dari riaulantang.com



Terkait dugaan dibebaskannya 1 dari 5 tersangka pengedar dan pemakai sabu di Jalan Pelita Duri ini, Kapolsek Mandau, Kompol Ricky Ricardo Sik, ketika di konfirmasi melalui Wa Redaksi portalriau.com memberikan keterangan.



"Bukan dilepaskan,sdr P bukan dilepaskan melainkan kita ajukan untuk direhabilitasi dan kita limpahkan ke BNP RIAU,karena sdr P tidak terkait dengan perkara pada saat itu. memang kita bawa ke polsek karena pada saat penangkpan hari itu sdr P ini berada di teras tempat penggerebekan.



Pada saat kita cek urin memang hasilnya positif metampetamin namun dari hasil pengakuan yg bersangkutan dia tidak menggunakan sabu dengan tersangka yang pada saat itu kita grebek di tkp.



Namun sdr P memakai sudah 3 hari sebelum terjadi penangkapan dan juga sudah kita pertanyakan juga terhadap tersangka yg lain memang untuk sdr P dia tidak terlibat dengan kepemilikan narkoba jenis sabu2 itu karena memang sdr P ini baru saja tiba ditkp.


Tak lama kemudian tim opsnal polsek mandau langsung melakukan penggerebekan. Oleh karena itu dari hasil gelar perkara terhadap seseorang yang kita amankan an sdr P kita simpulkan untuk diajukan rehabilitasi ke BNP RIAU dengan nmr pelimpahan B/312/IV/2018/RESKRIM tanggal 3 april 2018.


Selanjutnya BNP RIAUlah yang bertanggung jawab atas orang tersebut. Dan langkah tersebut sudah di atur di undang undang no 35 tahun 2009.


"Jadi rekan - rekan perlu kita sampaikan tidak ada istilah dilepaskan. dan saran kami apabila ada hal yg kurang berkenan didalam hati keluarga tsk tolong langsung mengkonfirmasikannya ke pihak polsek mandau agar tidak terjadi rumor yang meresahkan masyarakat banyak". ujar Kapolsek Mandau Kompol Ricky Ricardo Sik (redaksi).