Monday, 09 April 2018 | 22:12:05 WIB | 98 Pembaca

Warga RT 02 RW 04 Menolak Kehadiran Hiburan Pasar Malam * Pengusaha Minta Ganti Rugi Rp.2 juta

peristiwa

Foto:Warga yang menolak adanya pasar malam

 

Pinggir (Portalriau.com ) - Warga RT 02 RW 04 menolak kehadiran pasar malam disekitar lingkungan mereka, karena sudah mengganggu anak sekolah ujian dan menyambut bulan suci ramadhan.Serta disinyalir tidak ada mengantongi izin dari pihak pemerintah maupun Polsek Pinggir.

 

Warga yang berjumlah 30 orang yang terdiri dari kaum bapak, kaum ibu dan pemuda itu, sempat mendatangi tempat hiburan pasar malam dan memarahi pengurusnya, penggusahanya bertempat dilapangan Putsal Suriname, Kelurahan Titian Antui, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Senin (09/04/18) siang.

 

Disamping itu, ada juga warga yang melapor ke kantor Lurah Titian Antui, sehingga Pj. Lurah Titian Antui Ratna Saragih memanggil pengusaha hiburan pasar malam tersebut, RT 02 Desma Risman, RW 04 Mukhib Asnawi untuk mempertanyakan keributan yang terjadi.

 

Karena para warga juga sudah datang ke kantor Lurah tersebut, Pj.Lurah Ratna Saragih langsung mengadakan rapat mendadak bersama warga, untuk memediasi antara pihak warga dan pengusaha hiburan.

 

Dalam rapat mediasi itu terungkap, bahwa pengusaha hiburan pasar malam belum mendapatkan izin dari pihak kelurahan.Sementara menurut keterangan dari RT 02 bahwa izin diberikan hanya izin tempat, dan keterangan RW 04 izin keramaian sudah diurus ke Polsek Pinggir.Namun, pihak warga dr.Amri mengungkapkan, bahwa dirinya sebelumnya sudah pergi ke Polsek Pinggir untuk mempertanyakan izin keramaian yang diurus pihak RW 04 dan pengusaha hiburan pasar malam tersebut, ternyata belum ada.

 

"Saya dengan tokoh masyarakat tadi sudah ke Polsek Pinggir, menanyakan apakah sudah ada izin keramaian seperti yang dikatakan pak RW, namun jawaban dari Polsek, belum ada dikeluarkan izin keramaian," ungkap Amri.

 

Pihak wargapun tetap bersikeras melarang hiburan pasar malam itu dilaksanakan,"alasannya karena sedang memasuki masa ujian nasional dan ujian akhir bagi anak-anak dan juga akan tiba menyambut bulan suci ramadhan," sebut Amri dan mewakili kaum ibu, didukung semua warga yang hadir.

 

Anehnya, pihak pengusaha meminta ganti-rugi sebanyak Rp.2 juta kepada pihak warga.

 

Pihak wargapun marah dan mengatakan," itukan sudah resiko kalian, siapa yang memberi izin ?," sindir Toto Sujarwo dan dr.Amri didukung para warga yang lain.

 

Akhirnya, Pj.Lurah Ratna Saragih meminta kepada pihak pengusaha untuk sementara menghentikan kegiatan di lapangan, sebelum ada dikeluarkan izin keramaian dari kepolisian.

 

" Jadi, keputusan hari ini, surat izin dari kelurahan dipending dulu, lakukanlah musyawarah di lingkungan RW 04," tegas Ratna.

 

Informasi terakhir, musyawarah malam ini dilakukan dirumah Toto Sujarwo, Keputusannya tetap menolak kehadiran hiburan pasar malam(Hendri/Ser).