Wednesday, 14 March 2018 | 15:16:12 WIB | 297 Pembaca

Wartawan Laporkan Wanita Cantik

Hukum dan Kriminal

Foto:

 

Portal Riau (Mandau)- Wartawan media harian terbitan Mandau terpaksa harus melaporkan seorang wanita cantik ke kantor Polsek Mandau, Rabu (14/03/18).

 

Pasalnya, sang wartawan yang bernama Mazwin itu, tidak terima karena sudah dicaci maki dan ancam bunuh, oleh wanita cantik yang sering disapa bernama Yati, pada hari Selasa (13/03/18) sekitar pukul 17.45 WIB, di warung Madiun Jl.Jenderal Sudirman Duri.

 

Mazwin didampingi juga oleh para kuli tinta yang bertugas di Duri, guna memberi dukungan kepada Mazwin anggota PWI Bengkalis, selaku wartawan Harian Posmetro Mandau, untuk melaporkan kasus penghinaan profesi wartawan tersebut.

 

Kedatangan Mazwin dan sejumlah wartawan media online dan cetak itu, diterima oleh Panit 1, Ipda R Hutahaean dan Panit 2, Ipda Ismanto, dan lakukan sharing informasi terkait penghinaan profesi itu.

 

Hadir di kesempatan itu Susi Yanti (Riaulantang.com), Syukri (Riau Pos) Yusrizal (Dumai Pos), Andika (Dumai Pos), Panji (Posmetro Mandau), Hendra (Riauterkini.com), Bambang (Riaulantang.com) dan Sahdan Lubis (katakabar.com).juliser (Portalriau.com) Setelah lama diskusi, akhirnya diputuskan membuat Laporan Polisi terkait penghinaan profesi itu.

 

Dalam LP No : LP/50/III/2018/RIAU/BKS/SEK-MDU tertanggal 14 Maret 2017 itu, Mazwin menceritakan kronologis penghinaan dan caci maki itu. Pada hari Sabtu, 3 Maret lalu, Mazwin merilis berita "Tempat Hiburan Malam Marak di Pusat Kota" di harian Pos Metro Mandau. Berita yang bersifat umum dan tak ada tunjuk hidung itu ternyata membuat Yati (pemilik salah satu warung) di Jalan Desa Harapan Duri kebakaran jenggot. Ketika Mazwin tengah duduk di kedai kopi Madiun Jalan Sudirman Duri, Yati datang dan langsung mencaci maki Mazwin.


"Bahasa yang dikekuarkan wanita setengah baya itu sangat tak mengenakkan. Selain ancam bunuh, dia juga melecehkan profesi wartawan dengan menyebut wartawan 50 ribu dan wartawan lapar yang memberi makan anak istri dengan uang haram," sebut Maswin.

 

Insiden caci maki di warung yang biasa di jadikan tempat nongkrong wartawan itu, membuat wartawan lain juga meradang. Termasuk pemilik warung. Karena bahasa wanita cantik itu sudah tak bisa di tolerir, akhirnya pemilik kedai menyuruhnya pergi.

 

Sejumlah wartawan yang mendengar caci maki yang sempat direkam Mazwin itu, geram dan sepakat melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian.

 

"Selain mencaci maki dengan sebutan binatang dan bahasa kasar lainnya. Dia juga ancam bunuh. Tidak sampai itu, dia juga melecehkan profesi kita dengan menyebut wartawan 50 ribu, wartawan lapar," terang Mazwin usai membuat LP.

 

Terkait LP ini, Kapolsek Mandau, Kompol Ricky Ricardo, Sik melalui Panit 1, Ipda R Hutahaean dan Panit 2, Ipda Ismanto membenarkan laporan itu dan akan ditindak lanjuti.

 

"Laporan sudah kita terima dan segera di tindaklanjuti," jelas Panit. (Ser)