Saturday, 09 March 2019 | 13:49:50 WIB | 535 Pembaca

5 Warga Desa Petani Duri,Di duga korban penipuan berobat Artenatif

Kesehatan

Foto:LAMR Bathin Solapan Rt.rw dan pimpinan redaksi

Duri Bathin Solapan (Portalriau.com) Dalam beberapa hari ini warga Desa Petani Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis Riau di Hebohkan ada pengobatan Artenatif dari salah seorang yang mengobati ke rumah warga.

 

Salah satu warga Desa Petani simpang 5 datang ke kantor redaksi media Portal Riau yang ada di Duri menceritakan ke jadian yang di alami nya dalam berapa hari ini . Dalam 1 minggu ini istri saya sudah aneh tingkahnya semenjak berobat di duga dukun yang tinggal di rumah mertua. Anehnya istri saya pun percaya dengan yang mengobati nya. 3 hari istri menghilang tak tau kemana perginya.teryata di bawa salah seorang suami istri di duga dukun untuk mengambil obat ke padang untuk beli obatnya.ucap salah seorang suami korban.

 

Tem Portalriau.com menelusuri kejadiannya ke tempat lokasi hingga sampai 3 hari mencari bukti apa yang di ucapkan salah seorang warga ternyata benar. Malam sabtu sekitar jam 1.30 tanggal 8/3/2019 malam istri dan dukun pulang ke duri. Tidak lagi bertiga hanya berdua.

 

Dari laporan warga geram hingga sepakat untuk melaporkan ke pihak berwajib pada malam minggu 9/3/2019 di hadiri ketua LAMR Bathin Solapan Rahmad yusuf menyarankan ini tak bisa di biarkan lagi apa lagi sudah membawa istri 3 hari yang tak dapat ijin dari suami. Dari saran ketua LAMR Bathin Solapan sepakat Rt.Rw dan masyarakat untuk membawanya ke polsek mandau. 

 

"Dari laporan salah satu warga ke polsek mandau malam minggu. team personil Polsek Mandau turun ke lapangan tempat kejadian di dampingi ketua LAMR Bathin Solapan Rt.rw dan pimpinan redaksi media portalriau.com. 

 

Di tempat rumah yang sedang dalam pengobatan Artenatif di temukan obat bermerek peruduk (obat cina ). Dan akhirnya di bawak ke polsek mandau. 

 

Dari hasil pemeriksaan di Polsek Mandau mengaku wartawan dengan jabatan staf redaksi media online yang keberadaannya di medan. Pimpinan Media tersebut mengatakan tidak lagi bergabung mulai 2017 lalu.card no 089 dan surat tugas di gunakan saat ini palsu. Ukap redaksi nya melalui Whatsapp redaksi portalriau.com. inisial (ZN.YH). Alamat pasir putih bayar Rt./ Rw 002/002 Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah. Suami istri dengan menggunakan mobil kijang BM 1205 UL. ijin yang di gunakan" Primer Koperasi Kartika Gajah Mada" dengan surat keterangan no sk.122/kop/×/2014. Pengobatan Alternatif di keluarkan di Kabupaten simalungun Pematang siantar tahun 2014.

 

Di duga dari 5 warga yang dirugikan atas nama Rasmani.Patmawati.Nani mariani.Yanto Putra. Jamal. Sekitar uang yang beli obat 38. 500.000 sekitar tiga puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah.

 

 

Mahar yang di minta dengan warga berupa uang untuk beli obat, Ayam 1 pasang, Anjing 1pasang ini mahar yang di minta salah satu warga yang berobat. 

 

Istri Korban mengaku di bawak Pekanbaru di obati di wisma di padang ambil obat nginap di hotel di obati dengan alasanya kenapa harus ikut beli obat karna umurnya tingal 2 bulan lagi.ini yang di sampaikan oleh yang mengobati. Pengobatan Artenatif hanya di pegang kakinya saat di terapi suami di dampingi istri nya.

 

Dari hasil di antara dua belah pihak membuat kesepakatan berdamai tidak melanjutkan ke ranah Hukum menyanggupi dan mengantikan uang sebesar 28.000.000.dua puluh delapan juta rupih. Kepada 5 warga yang berobat. Dengan membuat perjanjian di atas materai 6000. Dengan jaminan 1 unit mobil kijang Bm 1205 UL. Dalam 1 minggu atau 10 hari akan di bayarkan .

 

"Kepala Desa Petani Rasikun menyampaikan kepada Portalriau.com bahwasanya kami tidak ada memberikan ijin untuk pengobatan Artenatif tersebut. Kami mengimbau kepada masyarakat Desa Petani agar tidak mudah untuk percaya, Apa lagi dengan ijin di ragukan. Kalau sakit datang aja ke RSUD Duri ada dekat lengkap lagi semua ada di sana untuk melayani keluhan penyakit masyarakat ucap Rasikun (Portalriau.com).