Tuesday, 10 September 2019 | 15:34:18 WIB | 59 Pembaca

Asap Kembali Selimuti Wilayah Duri Sekitarnya. Pihak Terkait Diharapkan Dapat Tangani Karhutla Seca

Sosial Dan Budaya

Foto:Marnalom Hutahaean,SH,MH ( johnson)

Portalriau.com- Duri- Kabut asap kembali menyelimuti wilayah Riau termasuk Duri dan sekitar.Hal ini terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) di beberapa titik.Akibatnya pencemaran udara terjadi. Beberapa sekolah mulai dari tingkat TK hingga tingkat SLTA terpaksa diliburkan karena diduga kwalitas udara tidak sehat lagi.Dan bahkan warga harus rela menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

 

" Kita sangat prihatin dan menyayangkan terjadinya kabut asap ini.Hal ini adalah ulah dari oknum pelaku pembakaran hutan dan lahan yang tidak bertanggung jawab.Akibat paparan asap tidak sedikit warga harus mengalami gangguan pernafasan dan bahkan menderita penyakit ISPA.Dan bahkan banyak warga mengalami kerugian materi ,", kata Marnalom Hutahaean,SH,MH salah seorang tokoh masyarakat Batak  Duri 

 

Lawyer muda ini mengharapkan agar  pihak terkait di wilayah Propinsi Riau dapat dengan tegas melakukan tindakan pencegahan dan bahkan penindakan kepada pelaku karhutla.

Dikatakan Marnalom dari data Badan Meterologi,Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Pekanbaru yang dirilis di beberapa media on line menyebutkan bahwa jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera terus mengalami peningkatan. BMKG Pekanbaru mendeteksi sebanyak 59 titik hotspot yang tersebar di wilyah Sumatera.

" Dari jumlah tersebut  titik hotspot terbanyak terpantau di wilayah Riau sebanyak 27 titik hotspot.Nah ini merupakan bukti nyata jika pencegahan maupun penindakan terhadap pelaku karhutla belum maksimal di Riau ini,", katanya lagi.

 

Kita sangat prihatin dengan kondisi ini.Hingga anak anak harus libur akibat kabut asap ini.

 

" Kebebasan anak anak  untuk menghirup udara bersih telah tersandera kabut asap.Hak untuk sekolah juga dipasung paparan asap yang semakin tidak sehat dengan kesehatan.Hal ini akibat ulah para oknum tidak bertanggung jawab,",  Imbuhnya.

 

Padahal dalam rangka optimalisasi upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2017 dan menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo pada Rapat Kerja Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2017 di Istana Negara tanggal 23 Januari 2017, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) bersinergi dengan berbagai pihak melaksanakan upaya-upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

" Kita juga harapkan masyarakat ikut berperan membantu pihak terkait dalam pencegahan karhutla.Jika menemukan   titik api segera lakukan pemadaman atau setidak nya melapor kan kepada pihak desa guna mengambil langkah pemadaman,", harap Ketua IKBDS Duri Marnalom Hutahaean,SH,MH ( jon)