Thursday, 22 May 2014 | 00:00:00 WIB | 1328 Pembaca

HENTIKAN OPERASIONAL PERUSAHAAN ABAL-ABAL DI CPI !!!

DURI. Menjamurnya Perusahaan abal-abal atau dengan bahas keren disebut Suplemen/Sub Kontraktor dari Kontraktor PT. CPI yang beroperasi di wilayah PT. CPI harus segera di hentikan. Perusahaan abal-abal ini terungkap setelah terjadinya permasalahan pembayaran rafel kekurangan pembayaran kenaikan upah tahun 2013, dimana PT. CPI dengan tegas menyatakan bahwa PT. SIC, PT. WIS, PT. Multi Structure dan lain-lain, namun PT. CPI mengakui bahwa buruh-buruh yang dikerahkan oleh Perusahaan Suplemen/Subkontraktor adalah buruh kontraktor tersebut.

Kalau lebih dalam dicermati kehadiran perusahaan abal-abal (suplemen/Subkontraktor) ini ada suatu bentuk penipuan berjemaah yang dilakukan oleh perusahaan Kontraktor PT. CPI dan oknum pejabat PT. CPI, hal ini dapat dibuktikan dari seluruh atribut pakaian yang dipakai oleh buruh perusahaan suplemen/sub kontraktor bahkan badge para buruh adalah atas nama dan tanda tangan perusahaan kontraktor PT. CPI yang disahkan oleh PT. CPI.

Namun, yang menjadi pertanyaan besar adalah keberadaan perusahaan abal-abal tersebut telah diakui oleh PT.CPI, tetapi kenapa PT. CPI membiarkannya untuk beroperasi untuk mengerjakan pekerjaan PT. CPI, ada apa sebenarnya yang terjadi di PT. CPI membiarkan perusahaan yang tidak diakui keberadaanya dapat beroperasi untuk mengerjakan pekerjaan PT. CPI. Padahal kalau kita melihat peraturan PT. CPI hal ini tidak akan bisa terjadi,  sebab untuk memasuki wilayah PT. CPI katakan itu pejabat Negara seperti Gubernur, anggota DPRD tidak boleh sembarang masuk tanpa ada seizing pimpinan PT. CPI.

Suatu hal yang harus dilihat, kehadiran dari perusahaan-perusahaan abal-abal tersebut menimbulkan berbagai permasalahan-permasalahan dikalangan buruh, antara lain terjadinya PHK missal, tidak dibayar uang pesangon, tidak ada jaminan pekerjaan, tidak adanya program jamsostek, dan yang menjadi harus catatan hitam bagi buruh yang bekerja diwilayah perusahaan PT. CPI, permasalahan pembayaran rafel adalah akibat ketidak jelasan status buruh suplemen/Subkontraktor atau menkontraktor. Dan tidak luput kejadian yang selalu terjadi bahwa perusahaan abal-abal/Suplemen dari perusahaan kontraktor PT. CPI sering lari malam meninggalkan buruh tanpa ada pembayaran upah sehingga para buruh terlantar tidak dapat berbuat apa-apa. Dari berbagai permasalahan yang diuraikan tersebut diatas maka pemerintah Provinsi Riau dan Kabupaten/Kota yang bersentuhan dengan wilayah PT. CPI harus dengan segera menghentikan operasional perusahaan-perusahaan abal-abal/ Suplemen dari kontraktor PT. CPI, dan pemerintah haruslah mengusut PT. CPI atas keberadaan perusahaan-perusahaan yang tidak diakui (Suplemen/Subkontraktor) tetapi bisa beroperasi di wilayah PT. CPI.  (Redaksi)