Friday, 09 February 2018 | 13:52:32 WIB | 36 Pembaca

Joko Widodo memberikan arahan pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2018

jakarta

Foto:

Jakarta . Portal Riau. PRESIDEN Joko Widodo memberikan arahan pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2018, di Istana Negara, Selasa (6/2). Turut hadir Wapres Jusuf Kalla, sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Kapolri, Panglima TNI, Kepala Daerah, dan pihak terkait lainnya.

Dikatakan Presiden Jokowi, Indonesia berhasil mengatasi Karhutla pada tahun 2016 dan 2017. Penurunan hotspot atau titik api yang sangat signifikan, disebutnya sebagai salah satu lompatan besar, setelah kejadian berulang selama bertahun-tahun.

''Tahun 2015 (ada) 21.929 hotspot. Kemudian 2016 turun drastis jadi 3.915. Turunnya sangat drastis. 2017 turun jadi 2.567 hotspot. Penurunan yang sangat jauh sekali,'' ungkap Presiden Jokowi.

Keberhasilan ini katanya berkat dibentuknya Satgas Karhutla yang melibatkan unsur masyarakat, perusahaan, Kepala Daerah, TNI dan Polri. Presiden Jokowi kembali mengingatkan perihal sanksi bilamana Karhutla masih terjadi.

''Aturan main kita masih sama. Saya sudah janjian dengan Panglima TNI dan Kapolri. Mungkin banyak yang sudah diganti, dan belum tahu aturan main kita, jadi saya ulangi lagi'' kata Presiden.

''Kalau di wilayah saudara ada kebakaran dan tidak tertangani dengan baik, aturan main tetap sama, belum saya ganti. Masih ingat? Ya, dicopot,'' tegasnya.

Menurut Presiden Jokowi, ketegasan ini sangat efektif untuk menggerakan Satgas di lapangan.

''Paling kalau ada kebakaran, di sebelah mana, saya telepon panglima, ganti Pangdamnya. Kebakaran gak rampung di Provinsi mana, telepon Kapolri, ganti Kapolda. Kalau kecil lagi, ganti Kapolresnya. Kalau ganti Gubernur tidak bisa.

Jadi yang efektif adalah menggerakkan seluruh perusahaan, masyarakat, dan organisasi-organisasi yang sampai di bawah,'' jelas Presiden Jokowi.(*)

?