Friday, 16 February 2018 | 13:48:38 WIB | 138 Pembaca

PESAN KHUSUS MENTERI LHK "MANGGALA AGNI TERLUKA"

jakarta

Foto:


Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jum’at, 16 Februari 2018. Menteri LHK Siti Nurbaya, memberi respons cepat saat mengetahui salah satu anggota Manggala Agni di Daerah Operasi (Daops) Rengat, Riau mengalami kecelakaan ketika menjalankan tugas memadamkan titik api.

Peristiwa kecelakaan ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram Manggalaagni_klhk_daopsrengat. Pada unggahan tersebut selain menceritakan kejadian, juga terlihat foto seorang pasukan Manggala Agni yang mengalami luka sedang terbaring dibantu rekan-rekannya.

''Mohon Do'a Rekan-rekan, salah satu rekan kita Sumiadi anggota Manggala Agni Klhk Daops Rengat mengalami insiden kecelakaan pada saat pemadaman di Desa Rawa Bangun, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu. Kecelakaan terjadi ada saat tim mau pindah lokasi pemadaman dan beliau terjatuh di jembatan pada saat membawa peralatan pemadaman dengan sepeda motor, beliau mengalami luka jahitan di kepala dan bagian dagu, semoga cepat sembuh panglima apiku..untuk kedepan rekan-rekan yang lain untuk tetap berhati-hati.''.

Ternyata posting-an ini mendapat perhatian langsung dari Menteri Siti melalui akun Instagram pribadinya.

Menteri Siti pun langsung memberi balasan komen yang cukup panjang berisikan pesan pada anggota Manggala Agni di lapangan.

''Saya turut prihatin. Semoga sudah ditangani segera, dan saya doakan semoga cepat diberi kesembuhan. Tetaplah semangat Manggala Agni, tetap memberi kerja terbaik untuk masyarakat kita,'' tulis Menteri Siti melalui akun IG @siti.nurbayabakar.

Menteri Siti menambahkan, lokasi-lokasi pemadaman Karhutla memang tidak semuanya mudah dijangkau. Butuh perjuangan ekstra untuk Manggala Agni sampai ke lokasi titik api.

''Terkadang harus masuk ke kawasan rawa, gambut bahkan hutan. Dan itu bisa berhari-hari sampai benar-benar padam. Namun, ini bagian dari tanggungjawab kita bersama,'' tulisnya memberi semangat.

''Saya tiap hari selalu memonitor kerja keras kawan-kawan di lapangan. Doa dan suport saya selalu menyertai. Jaga titik api jangan sampai meluas. Tetaplah hati-hati dan jaga kesehatan saat bekerja,'' tulisnya menutup pesan tersebut.

Balasan pesan dari Menteri Siti ini mendapat respons positif dari banyak netizen. Saat dikonfirmasi, Jumat (16/2/2018), Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) KLHK, Raffles B. Panjaitan membenarkan perihal kejadian tersebut.

''Anggota yang kecelakaan tersebut sudah langsung ditangani. Ada beberapa jahitan, tapi sudah keluar dari rumah sakit,'' katanya.

Raffles yang sedang berada di Riau untuk langsung memantau upaya pemadaman titik api mengatakan, Menteri Siti setiap hari memang terus memantau langsung perkembangan hotspot di seluruh wilayah Indonesia.

''Arahan beliau pada kami, begitu ada titik api harus segera diatasi, jangan biarkan meluas. Harus segera dipadamkan, dan Bu Menteri memantau langsung progresnya setiap hari,'' ungkap Raffles.

Dia mengakui lokasi Karhutla tidak selamanya bisa dijangkau. Namun, Manggala Agni KLHK bekerjasama dengan TNI, POLRI, BPBD, Regu Damkar, dan Masyarakat Peduli Api, terus bahu membahu melakukan pemadaman. Tidak hanya dilakukan via darat, tapi juga pemadaman lewat udara.

Meski jumlah titik api masih relatif kecil dari periode yang sama pada tahun sebelumnya, Menteri Siti Nurbaya, kata Raffles, tetap meminta seluruh Manggala Agni waspada.

Saat ini terdapat 1.980 orang pasukan Manggala Agni KLHK bersiaga di 37 Daops, tersebar di 10 provinsi rawan Karhutla yakni Sumut, Riau, Jambi, Sumsel, Kalimantan (Tengah, Barat, Selatan, Timur, Utara) dan Sulawesi Selatan.

Hingga 15 Februari 2018, berdasarkan Satelit NOAA, terdapat 137 titik api di seluruh Indonesia. Pada periode yang sama tahun 2017, jumlah hotspot sebanyak 147 titik. Berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 10 titik atau 6,80 persen.

''Sinergi dan kerjasama di lapangan terus diperkuat. Manggala Agni akan selalu siap memberikan kerja terbaik agar titik api tidak meluas dan berdampak pada timbulnya kabut asap, serta kerusakan lingkungan lainnya,'' tegas Raffles(Kutip siaran pers ppid Menlhk)