Wednesday, 10 April 2019 | 16:14:51 WIB | 55 Pembaca

Pemkab Sergai Gelar Sosialisasi dan Revitalisasi.

Sumatra Utara

Foto:

Portalriau.com Pemkab Sergai Gelar Sosialisasi dan Revitalisasi Peran Komite Sekolah Tahun 2019.Tempat : Pantai Pondok Permai Kecamatan Pantaicermin, Rabu ,10 4, 2018.

 

 

Sambutan Bupati Sergai Ir H Soekirman :

Ucapan terima kasih kepada Dewan Pendidikan dan jajaran Dinas Pendidikan Sergai dalam pelaksanaan kegiatan hari ini.Juga penghargaan khusus kepada Pangeran Bedagai yang selalu menjadi inspirasi saya dalam penerapan pemakaian busana Melayu dilingkungan pemerintah kabupaten Sergai, semoga usaha ini dapat melestarikan seni dan budaya di tanah bertuah negeri beradat ini.

 

 

Komite sekolah sejak dahulu telah ada yang intinya bertujuan membantu, memberi masukan dan mengawasi pelaksanaan pendidikan ditempatnya berada. Komite sekolah adalah independen dan tidak diisi oleh orang dinas terkait dan hanya diisi oleh masyarakat dan tokoh agama/ masyarakat.

 

 

Dalam hal beberapa mata pelajaran tambahan seperti mulok memang perlu kreasi dan inovasi, maka jika memungkinkan dilakukan penggalangan dana asalkan disetujui oleh orang tua siswa, tidak ada unsur paksaan, serta belum ada mata anggaran tersebut tertampung pada Dinas Pendidikan maupun sekolah.

 

 

Saat ini masih banyak komite sekolah yang belum terlalu peduli tentang pendidikan anaknya sehingga jika anaknya salah arah maka yang dipersalahkan adalah guru sebagai pengajar. Hal tersebut kurang tepat kita anggap menjadi tanggung jawab pendidik sepenuhnya, sebab tanggung jawab inklusif adalah tanggung jawab kita semua termasuk Bupati, DPRD, serta seluruh masyarakat.

Marilah kita coba konsentrasi bahwa revitalisasi ini adalah satu untuk semua, semuanya untuk satu yaitu untuk meningkatkan kualitas kependidikan di Kabupaten Sergai.

 

 

Untuk itu diperlukan kepedulian, persatuan dan kesatuan kita jalin bersama menjaga agar daerah kita ini senantiasa kondusif, aman dan tentram sebab Pancasila adalah harga mati bagi kita semua.

 

 

Revitalisasi ini ada masalah didepan mata yang membuat kita malu yaitu sampah, baik di rumah, disungai, disekolah, dikantor dan sebagainya.Sepertinya ditengah masyarakat tidak mengajarkan tentang Kebersihan adalah Sebahagian Dari Iman.

 

 

Kita bisa lihat betapa banyak masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan tanpa memikirkan akibat negatifnya seperti pencemaran air, banjir dan lain sebagainya.

 

 

Untuk itu saya mengapresiasi program Gerappah dari Dinas Pendidikan yang telah menanamkan kepedulian budaya bersih sampah pada siswa sekolah, namun satu gerakan tentunya tidak akan maksimal tanpa dibantu dan didukung oleh kesadaran masyarakat.

 

 

Jika perlu nanti akan diberikan reward bagi siswa atau masyarakat yang aktif dalam hal penanggulangan masalah sampah.

Bagi kita, seorang guru adalah tempat bertanya, seorang guru adalah motivator, dan dengan kerjasama serta dukungan Komite Sekolah, kita yakin Pendidikan Sergai harus tetap menjadi nomor satu di Sumatera Utara.(ks)