Mantan Sekda Kab Kuansing  Muharlius Dituntut 8.5 tahun penjara

Mantan Sekda Kab Kuansing Muharlius Dituntut 8.5 tahun penjara

Taluk kuantan.( portalriau.com) Mantan Sekretaris kabupaten Kuantan Singingi Muharlius dituntut hukuman penjara selama 8,5 tahun, hal ini di nilai jaksa penuntut umum(JPU) terbukti melakukan tindakan Korupsi dana 6 kegiatan di Setdakab Kuansing sehingga merugikan Negara Rp 10.4 Milyar.

Menuntut terdakwa Muharlius dengan pidana penjara 8.5 tahun ujar ketua Tim JPU Hardiman yang saat ini kejaksaan Negeri kuantan Singingi pada sidang yang digelar hari ini Rabu(23/12 2020) secara Virtual.

Dalam persidangan tersebut Muharlius terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dan ditambah dengan undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindakan pidana Korupsi.

Ketika di persidangan Majelis Hakim yang di pimpin Afrizal yang berada di pengadilan tindakan pidana Korupsi pada pengadilan Negeri Pekanbaru JPU di kejaksaan Negeri Kuansing dan terdakwa berada di Lapas Taluk Kuantan.

Tidak hanya di penjara Muharluis juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp500 juta atau subsider 6 bulan kurungan dan dibebankan juga untuk membayar uang pengganti kerugian Negara sebesar Rp 1.933.679.535. dan apa bila tidak di bayar akan disita harta benda oleh jaksa untuk menutupi kerugian negara tersebut dan apabila tidak terpenuhi maka digantikan dengan 3 tahun penjara kata Hardiman.

Dikesempatan yang sama M Saleh selaku pejabat pembuat komitmen pada kegiatan yang sama JPU menuntut 8.5 tahun penjara denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan, tapi disini dituntut lebih besar yang pengganti kerugian negara dibandingkan dengan Muharlius yakni sebesar Rp 2.333.679. 535. Jika tidak terbayarkan akan di gantikan dengan 3 tahun penjara.

Sementara Verdy Ananta selaku bendahara pengeluaran rutin Setdakab Kuansing dituntut pidana penjara 7,5 tahun denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan dan Verdy juga harus membayar uang pengganti kerugian sebesar Rp1.783.679.535 atau 2 tahun penjara bila tidak dibayarkan

Hetty Herlina selaku PPTK di tuntut 5.5 tahun penjara denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan uang pengganti Rp 350 juta dan subsider 2 tahun kurungan.

Terakhir Yuhendrizal kasubag tata usaha Setdakab Kuansing dan PPTK kegiatan makan minum dituntut 5 tahun penjara denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan dan membayar uang pengganti kerugian sebesar Rp 250 juta dan kalau tidak dibayar digantikan 1 tahun penjara beber Hardiman.

Atas Tuntutan tersebut di atas ke 5 terdakwa mengajukan pembelaan atau Pledoi majelis hakim mengagendakan persidangan lanjutan.zul /rsl

Berita Terkait

Plt. Bupati Labuhanbatu Ingatkan Petugas Pantarlih Tidak Bermain Saat Bekerja

Labuhanbatu, Portalriau.com- Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Labuhanbatu Hj. Ellya Rosa Siregar S.Pd. MM mengingatkan agar para petugas Pantarlih tidak bermain - main saat bekerja dalam…...

Peringati HKG PKK ke-52, Plt Bupati Labuhanbatu: "Mari Jadikan Refleksi Bagi PKK"

Labuhanbatu,portalriau.com- Memperingati HKG PKK ke 52 tahun 2024 Plt. Bupati labuhanbatu Hj. Ellya Rosa Siregar,S.Pd, MM, mengajak kepada seluruh Kader PKK di semua tingkatan untuk…...

Laudia Cinta Bella, Jahit Indahnya Masa Depan Lewat Vokasi PHR

Caption: _Laudia Cinta Bella saat menjahit baju pesanan konsumen. Laudia membuka usaha menjahit di rumahnya, di Bagan Siapiapi, Rokan Hilir, Riau usai menjalani pelatihan menjahit…...

PEBRI MAHMUD SUMONDO URANG BENAI,Berikut Ulasannya

Kuansing - Portalriau.com- Ternyata Pebri Mahmud yang digadang gadang sebagai bakal calon Wakil Bupati Suhardiman Amby adalah sumondo orang Benai, beliau merupakan Salah satu Tokoh…...

Meriahkan Hari Bhayangkara Bupati Kasmari Lepas 300 Trail Adventure ,Bersama Kapolres Bengkalis

DURI - Portalriau.com- Sebanyak 300 Peserta Trail Adventure tahun 2024, dari berbagai daerah mengikuti ajang Trabas Bakti Sosial Hari Bhayangkara bersama Kapolres Bengkalis, di lapangan…...