Pembangunan Gedung SMAN 2 Rambah Tidak Ada Plang Proyek
rokanHulu- Proyek pembangunan gedung SMA Negeri 2 Rambah yang terletak di Komplek Perkantoran
Pemda Rohul tengah dikerjakan. Pembangunan gedung tersebut menghabiskan anggaran APBD dengan pagu sebesar 2,4 Milyar rupiah. Saat didatangi www.riau-global.com ke lokasi proyek pembangunan tersebut bersama beberapa media lainnya tidak ada terlihat plang proyek sebagai papan informasi.
Tak ayal, pengerjaan proyek tanpa plang nama terkesan terjadi pembiaran dari Dinas
terkait sehingga para rekanan kerja tidak mengindahkan peraturan yang telah ditetapkan dalam Perpres No 70 Tahun 2012, pemasangan papan plang proyek wajib dan Kepres No. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, diwajibkan untuk memasang papan nama
“Akibatnya, masyarakat luas tidak dapat mengetahui spesifikasi rincian proyek yang
dikerjakan, proyek yang dipercayakan kepada kontraktor tersebut. Sehingga dalam pengerjaannya asal-asalan, tidak heran lagi setiap proyek baru beberapa bulan selesai kembali sudah mengalami kerusakan,” jelas Razali. Nst kepada www.riau-global.com
Seperti yang kini terlihat proyek pembangunan gedung SMA Negeri 2 Rambah, lanjut Razali.
Proyek yang dikerjakan di komplek perkantoran Pemda Rokan Hulu tersebut dari awal pelaksanaan hingga proyek hampir selesai tidak ditemukan adanya papan plang proyek. Padahal, aturan itu sudah tertuang dalam Perpres No 70 tahun 2012 dan Kepres No. 80 tahun 2003, dan UU Keterbukaan Informasi Publik, setiap penggunaan anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah dari
dana masyarakat yang diperoleh dari pungutan pajak yang dikelolah oleh pemerintah harus transparan,” cetusnya.
Menurut Razali. Nst, pelaksanaan proyek di wilayah Rokan Hulu terkesan banyak yang tidak jelas.
Yang diperparah lagi rekanan tidak mencantumkan identitas nama perusahaannya di plang proyek. Ini jelas ada indikasi pembohongan publik. “Pasalnya ada bangunan yang tidak jelas kontraktornya siapa. Semuanya dianggap kabur dan tidak jelas,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama terkait tidak adanya plang proyek pembangunan gedung SMA Negeri 2 Rambah, saat dicoba konfirmasi melalui kepala tukang yang akrab dipanggil Ajo, beliau mengatakan bahwa tidak tahu menahu tentang plang proyek karena sejak awal pembangunan saya tidak pernah melihat plang yang dimaksud tersebut, kami disini hanya pekerja. Sehingga apa yang disuruh oleh kontraktor kami kerjakan, Jelasnya.
Berbeda dengan pernyataan Afis selaku Manager Project, saat ditanyakan tentang plang proyek beliau menjelaskan bahwa plang tersebut hilang diterbangkan angin, karena bangunan terletak di dataran tinggi sehingga lokasi sering dilanda angin kencang, jelasnya.
Apa yang dikatakan oleh Manager Project tersebut sungguh tidak masuk akal, akan tetapi diharapkan ke depan Satker terkait seharusnya melakukan pengawasan lebih, bila perlu berikan sanksi agar
ada efek jera bagi rekanan-rekanan nakal yang tidak mau mendirikan plang proyek, sehingga
pembangunan yang diharapkan dapat lebih maksimal.(mpr/hsb)