Gelar RDP, Komisi ll DPRD Kampar Dengan Dinkes Bahas Capaian SPM dan Akan Lakukan Evaluasi
KAMPAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kampar melalui Komisi II menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) diruang Komisi II, Senin (11/4)2022).
RDP yang langsung dipimpin Ketua Komisi II Habiburrahman didampingi Sekretaris Rofi Siregar beserta anggota, sementara Dinkes Kampar tampak hadir Kepala Dinas (Kadis) dr. Zulhendra beserta jajarannya.
"Kegiatan Hearing kita pada hari ini dengan Dinkes, selain silaturahmi dengan Kadisnya yang baru dr.Zulhendra juga membahas berbagai permasalahan dan program Dinkes Kampar di tahun 2022 ini," kata Habib saat ditemui diruang kerjanya.
Selain itu, sambung Habib, Komisi II juga memperkenalkan diri, dimana baru selesai melakukan Rolling Alat Kelengkapan Dewan.
"Pada intinya saya dan teman - teman berharap kedepannya ditingkatkan lagi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, dan kita juga sangat menyayangkan SPM yang selama ini tidak pernah tercapai walaupun sudah beberapa kali ganti Kadis jangankan 50 persen non dibawah itu," beber Habib.
Terkait hal itu, lanjutnya, Kadis sudah berjanji akan mengevaluasi permasalahan permasalahan ini.
"Hal lain yang dibahas adalah terkait Puskesmas Kubang, Puskesmas Kuntu yang pengerjaannya dihentikan, Insya Allah akan dilanjutkan di tahun 2023 mendatang dengan mengunakan dana APBD Kampar dan juga permasalahan pemerataan nakes," kata Habib.
Untuk permasalahan pengelolaan Ambulance desa
Komisi II juga menghimbau, ntuk permasalahan pengelolaan Ambulance desa untuk dibuatkan MoU antara Puskesmas dan desa, agar pelayanan Ambulance sesuai dengan harapan masyarakat Kampar.
Sementara itu, Kadiskes Kampar dr. Zulhendra menuturkan, untuk pemerataan tenaga kesehatan di setiap Puskesmas, pertama kali kita akan lihat dulu regulasinya.
Ya nanti kita pertama kali akan melihat regulasinya dulu, kemudian melakukan pendekatan kepada para nakes.
"Terkait adanya alat - alat kesehatan yang tidak bisa difungsikan, kedepannya kita akan melaksanakan Bimtek untuk nakes yang bertugas di Puskesmas tersebut, karena terkadang ada alat baru yang belum tau penggunaannya," kata Zulhendra.
Ia juga berjanji akan melakukan evaluasi kedepannya terkait pencapaian SPM.
"Dimana yang masih dibawah 50 persen di Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar," pungkas Zilhendra.**
(Edi)