Koto Mesjid desa percontohan yang sukses
*panen ikan patin di koto mesjidd
KOTO MESJID, PORTALRIAU.COM- koto mesjid diyakini akan dapat menjadi desa percontohan bagi desa di Riau bahkan bagi daerah lain di Indonesia dalam peningkatan taraf ekonomi masyaraka. "Karena apa yang dilakukan desa ini dalam bidang perikanan sudah membuktikan mereka bisa menaikan ekonomi masyarakatnya ". Ujar Nafsiah Sabri Dahlan Iskan saat melaksanakan panen raya ikan patin di desa koto mesjid kecamatan XIII koto kampar (20/2)
Keinginan masyarakat desa untuk berhasil dan mau belajar merupakan modal utama keberhasilan, dan ininya tentu disokong bantuan dari pihak lain seperti PT Telkom. Ini harusnyaa menjadi contoh " bagaimana desa lain di Riau bahkan di Indonesia bisa juga berbuat hal yang sama, jangan hanya dikoto mesjid saja namun juga di desa lain, dan jangan hanya PT Telkom saja, pihak lain jugaa harus sama sama ikutan sehinggaaa prograam pembinaan ini menyeluruh ". Ujarnnya
Dalaam panen raya ini Nafsiah Dahlan Iskaan juga dampingi ASDEP Kementerian BUMN Upik Rosalina, Kabid PKBL Kementerian BUMN Agus Suherman, istri Dirut PT Telkom Poni Iravati Arief Yahyaa, SM Kemitraaan Telkom CDC Harmon Yero, para pejabat dilingkungan kementerian BUMN dan PT Telkom.
Panen rayaa ini dimulai dengan penyerahaan bantuan buku untuk perpustakaan mesjid di desa tersebut dilanjutkan dengan peninjauan ke pusat pembenihan ikan. pada kegiaatan utama panen raya ikan patin, Nafsiah Dahlan bahkan ikut turun ke kolam ikan. Beberapa kali Nafsiah Dahlan menyatakan kekagumannyaa pada keberhasilan koto mesjid ini. "Sekarang bagaimana membuat ini lebih besar lagi dan bagaaimana memdistribusi ilmu dan keberhasilan ini bagi desa lain agar sama sama maju dan sama sama sejahteraa " ujarnya.
Desa koto mesjid merupakan desa yang awalnya merupakan desa transmigrasi penduduk lokal akibat pembangunan PLTA ini adalaah desa miskin. Namun dengan pengembangan perikanan ini membuat desa ini menjadi desa yang sejahtera di kampar. Desa ini menjadi. Desa "Kampung Patin" dengan motto "Tiada rumah tanpa kolam ikan". Saat. Ini desa berpenduduk 2068 jiwa dengan jumlah kk 535, memiliki 1280 kolam ikan diatas lahan seluas 54 hektar.
PT Telkom telah melakukana pembinaan ke koto mesjid ini sejak tahun 2003. Pembinaan ini dilakukan dalam bentuk pemberian pinjaman dan pelatihan . Pinjaman dana bergulir ini bertujuan untuk membantu usaha kecil mikro dan menengah (UMKM).
Sejak tahun 2003 hinggaaa 2012 kitta sudah menyalurkan dana sebesar RP 9, 2 M kepada 185 UKM di desa. Koto mesjid dan pulau gadang.
Bekerjasama dengan pemkab Kampar dan pemrov Riau, Program ini sudaah berhasil menyerap 216 tenagaa kerja dengan penghasilaan 5 - 6 juta perbulan. Bahkan desa ini sudah meraih penghargaan adi bakti mina bahari pembudidaya teladan, desa juara 1 pengolahaan patin tingkat propinsi Riau dan ditetapkan sebagai desa pengembaangan terpadu.
" Keberhasilan ini merupakan keberhasilan kampar dan Riau hinggaa patut dicontoh daeraah lain " ujar istri. Menteri BUMN Dahlan Iskan (rub)