Anggota Komite II DPD RI Apresiasi Pemerintah Pelalawan Dari Perjuangan Kategori Daerah Tertinggal
Portalriau.com-Pelalawan. Kedatangan Anggota Komite II DPD RI Ke kawasan di Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan di Kawasan Teknopolitan Pelalawan di sambut baik oleh Pemerintah Daerah yakni Bupati HM Harris dan Unsur Forkompimda Pelalawan.
Dalam Kata Sambutan Bupati Pelalawan HM Harris menjelaskan bahwa dahulu Kabupaten Pelalawan merupakan salah satu Kabupaten di kategorikan ketertinggalan. Dan dengan perjuangan melalui 7 Program Strategis Pelalawan, Pelalawan lepas dari pada Daerah Kategori Tertinggal.
Didalam ketertinggal daerah Kabupaten Pelalawan, kita mencoba pertama kali yaitu masalah kesehatan maka dinamakan Pelalawan Sehat. Semakin apapun dia kita berikan pelayanan berobat gratis dengan ketentuan masyarakat mempunyai KTP dan kita berikan Jamkesda gratis.
Begitu juga dengan pendidikan, orang tua yang tidak bisa menyekolahkan anaknya karena ketidak mampunya dan juga itu kita gratis kan. Dan juga pendapatan ekonomi masyarakat saat sekarang ini ketergantungan terhadap perkebunan kelapa sawit
Kenapa demikian, karena kita di berikan sangsi oleh pemerintah pusat sampai 2012 apabila tidak ada peningkatan maka Kabupaten Pelalawan akan di kembalikan ke Kabupaten Induknya. Tentunya ini kita berjuang bersama. Jelasnya Bupati Dua Periode.
Selanjutnya. Dengan diberikan beberapa pelayanan gratis, kita mencoba kepada beberapa perusahaan yang berada di Pelalawan di berikan sosialisasi untuk dapat perusahaan memperdulikan pekerjanya.
Kepala Bappeda Pelalawan Ir M Syahrul Syarif memaparkan konsep dan pengembangan Teknopolitan Pelalawan menjelaskan " Fokus pada saat ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan pengembangan Bahan Bakar Nabati ( BBN ) berbasis kelapa sawit".
Didalam proses pengembangan BBN berbasis kelapa sawit, aktivitas didalam kawasan Tenopolitan yang mendukung pengembangan industri BBN Kelapa sawit meliputi disamping tempat belajar mengajar dalam mempersiapkan SDM Pengelolaan, dan kondisinya pada saat ini ST2P telah dilakukan operasionalisasi Teaching Industri dengan output produk : minyak goreng, sabun, coklat dan mentega ( diresmikan oleh Menristek / Kepala BRIN RI 6 Maret 2020).
Dan sudah di persiapkan kebun pembibitan lahan seluas 10 Ha, sehingga diharapkan petani dapat memperoleh bibit unggul dari hasil riset dan juga sebagai pusat Inovasi ST2P terus melakukan pertumbuhan dan pembinaan pengusaha pemula berbasis kelapa sawit. ujarnya.
Adapun Permasalahan dalam pengembangan Pelalawan Techno Park diantaranya terbatasnya saran dan prasarana, masih belum memadainya jalan akses dari dan menuju ke kawasan, perlu dukungan dari pemerintah pusat. Di jelaskan Kepala BAPPEDA Ir M Syahrul syarif.
Anggota Komite II DPD RI Edwin Pratama Putra SH menambahkan" Saya Apresiasi apa yang sudah di lakukan oleh pemerintah Kabupaten Pelalawan. Dengan kunjungan kita hari ini, kita inventalisir dan serap aspirasi. Dengan kehadiran kita di Kabupaten Pelalawan, kita ingin masukkan dan penguatan dari Pemerintah Daerah supaya peran-peran daerah tidak di Kebiri".
Selanjutnya, Negara memperbolehkan kami untuk menyerap aspirasi dari instansi mana pun termasuk instansi vertikal yang ada didaerah. kalau misalnya kawasan Teknopolitan ini sudah di tetapkan sebagai pengembangan kawasan PSN ( Program Strategis Nasional ), coba kita secara official mendorong pembangunan kawasan ini .