Mahasiswi Kurir Sabu Mengaku Dijebak
PEKANBARU, PORTALRIAU.COM- RF (22), mahasiswi yang diduga kurir pembawa setengah kilogram sabu-sabu dari Kuala Lumpur dan ditangkap Bea Cukai Pekanbaru di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Ahad (17/2) lalu, mengaku dijebak oleh rekannya.
Hasil pemeriksaan Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru, dia mengaku bisa tiba di Kuala Lumpur karena ditawari pekerjaan di Cina oleh Ma, seorang yang dikenalnya melalui situs jejaring sosial, Facebook.
Kemudian ia dijebak dengan cara menukar koper saat terbang ke Pekanbaru dari Malaysia. Saat ini, polisi masih melacak keberadaan rekan tersangka ini.
‘’Posisi terakhirnya (Ma, red) setelah kita lacak berada di Sumatera Utara. Dia ini yang menjanjikan tersangka kerja,’’ ungkap Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar melalui Kasat Narkoba, AKP BE Banjarnahor SIK dan Kanit Idik, AKP Ridwanto pada Riau Pos, Selasa (19/2).
Dipaparkan Kanit, tersangka awalnya dibawa ke Jakarta oleh Ma. Setelah tiba di sana, ia lalu dibuatkan paspor yang selanjutnya digunakan untuk ke Malaysia.
‘’Dia di sana (Malaysia, red) sejak tanggal 8-17 Februari 2013,’’ terangnya. Pekerjaan yang dijanjikan kepada korban ini adalah jual-beli barang elektronik dari Cina untuk dijual ke Afrika,’’ terangnya lagi.
Perkenalan tersangka dengan Ma ini terjadi sekitar dua bulan yang lalu melalui Facebook. Dari sekadar perkenalan, obrolan yang terjadi mengarah pada tawaran pekerjaan pada tersangka hingga ia akhirnya berangkat ke Kuala Lumpur.
‘’Dia dijanjikan dari Kuala Lumpur langsung ke Cina. Tapi selama di sana dia hanya jalan-jalan saja,’’ kata Ridwanto.
Di Kuala Lumpur inilah, kepada polisi korban mengaku koper yang dibawanya ditukar dengan koper lain. Koper itu, sempat diperiksa oleh tersangka, karena tak menemukan apapun ia tak curiga saat itu.
‘’Itu koper barang dia. Kopernya ditukar. Dilihatnya isi koper saat itu tak ada apa-apa. Ternyata setelah di sini (Pekanbaru) dia terkejut ada alumunium foil berisi sabu-sabu,’’ lanjut Kanit.
Mengenai tujuan tersangka ke Pekanbaru, Kanit menjelaskan, tersangka disuruh ke Jakarta, tapi harus singgah ke Pekanbaru.
‘’Tersangka juga tidak tahu harus menemui siapa di Pekanbaru, dia berpikir mungkin setelah di Pekanbaru ada yang menghubunginya,’’ katanya.
Tersangka sendiri, kata Kanit lagi, merupakan gadis kelahiran Lombok yang besar di Bengkalis. Ayah dan ibu RF sudah bercerai dan ia tinggal bersama ibu dan ayah tirinya di sana.
Saat ini, ia merupakan mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Pekanbaru yang sudah menempuh semester empat perkuliahan, namun sedang menjalani cuti kuliah.
Terkait kelanjutan penanganan kasus ini, Ridwanto mengatakan, pihaknya akan berkordinasi dengan Polda Riau dan BNNP, terutama untuk melacak Ma, orang yang menjadi kenalan tersangka. ‘’Itu akan dikordinasikan,’’ katanya.
Setelah sehari berada di tahanan Mapolresta Pekanbaru, tersangka masih dalam keadaan shock atas kasus yang menimpanya ini. Hingga saat ini ia belum bisa ditemui wartawan untuk diwawancarai.
Pantauan Riau Pos, perwakilan dari Polda Riau dan BNNP Riau tampak berada di Sat Res Narkoba Polresta Pekanbaru. ‘’Untuk saat ini mereka menghimpun data tersangka,’’ pungkas Kanit.
Berkaca dari penangkapan seorang mahasiswi pembawa setengah kilogram sabu-sabu ini, tak dipungkiri Pekanbaru merupakan jalur lintas narkotika.
‘’Jika dibilang lintasan, bisa. Tapi sepertinya tergantung kesempatan. Para pelaku ini mencari celah dan melihat situasi,’’ kata Ridwanto.
Sabu-sabu yang beredar di Pekanbaru katanya terkadang disuplai dari luar negeri, ada pula kalanya dari Jakarta dan Medan juga.
‘’Sampai sekarang dari hasil pantauan di lapangan, Pekanbaru ini tempat pergerakannya saja. Belum kita temukan ada pabrik pembuat sabu-sabu di sini,’’ pungkasnya.(riaupos)