Anggota Peternak Yayasan Sari Mutiara Protes Berat Sapi
Portalriau.com - PINGGIR - Yayasan Sari Mutiara bagikan sapi kepada kelompok peternak Mandau dan Pinggir.Beberapa anggota kelompok peternak ini mengeluhkan berat sapi yang di duga kurang sesuai dengan berat sebenarnya.
Yayasan Sari Mutiara yang beralamat di Kelurahan Balai Raja Kec.Pinggir beemitra dengan warga sebagai peternak.
Pembagian jasa dengan sistem pembagian 60 %kepada peternak ,40% kepada yayasan dari hasil kenaikan berat selama waktu pemeliharaan.(Jum'at 25/06)
Namun pada tahap ini anggota kelompok banyak mengeluhkan berat sapi ,setelah di bawa untuk di pelihara kaget rata rata sapi menyusut sekitaran 30 kg.
Dengan kenyataan ini para peternak otomatis menanggung beban,bila di perhitungkan dengan harga modal 33 ×55 ribu waga telah menanggung beban 1.650.000 ribu .
Salah satu anggota peternak yang enggan di sebutkan namanya mengelukan kenyataan ini "kemitraan ini sudah berulang dan belum pernah seperti ini,sebelumnya anggota memilih langsung sapi, baru di lakukan penimbangan.
Tahap ini sapi sapi telah tertera beratnya,nyatanya tidak sesuai"kesalnya.
Ditambahkannya,hal ini telah di sampaikan ke ketua kelompok namun hanya menerima jawaban bila kurang puas sapi di pulangkan saja.
Sebagai warga yang berharap dengan tawaran dari yayasan tersebut,dapat menambah penghasilan terlebih di saat Hari Raya Haji merasa cukup tertipu dan tidak berdaya.
"jawaban ketua ya,itu karena ketua kelompok ini tidak berdaya ,kurang semangatlah bahkan berniat mengembalikan sapi tersebut,"ujarnya.
Ketika hal ini di konfimasi dengan pinpinan Yayasan Ir.H Abdul Gafar di kediamannya mengatakan,belum mengetahui namun pernah menanyakan kepada anggota yang melakukan penimbangan,bahwa sapi terakhir salah data.
Saat sapi masuk dari Medan (Sumut),sedang berada di luar kota(Pulau Jawa) "pernah saya tanyakan ke anggota ada kemungkinan salah data ,terlebih 40 ekor sapi berasal dari Medan ,namun persoalan ini baru ini di ketahui"jelasnya.
Menurutnya,bila hal ini benar akan melakukan pengecekan dan penimbangan ulang.Sebelumnya memang ada bocoran saat sapi sampai di Duri sempat singgah ke Kempa Sari Km.5( Sebanga).Diduga di tempat ini Sapi sapi tersebut di beri minum air yang banyak sehingga perut sapi menjadi besar dan gendut(perut gembung).
Keadaan sapi yang di lakukan penimbangan malam hari dakam situasi besar perut seperti di akui karyawannya."Sapi sampai di pool malam hari dan karyawan melakukan penimbangan sesuai pengakuan mereka ,"sebutnya.
Dari kejadian ini seorang tokoh masyarakat Pak Nur yang pernah ikut sebagai anggota peternak mengatakan,bagaimana mungkin karyawan yang telah lama bekerja tidak mengetahui keadaan sapi yang hendak di timbang terlebih di lakukan malam hari??
Hal ini di duga ada permainan antara Suplayer dengan karyawan atau atas perintah.
Bagaimana melakukan penimbangan ulang sedangkan sapi sapi telah di pelihara warga selama seminggu lebih??
Bila hal ini terbukti yayasan ini sangat di ragukan akuntablitasnya yang kerap mengatakan membantu warga dan keuntungannya di duga tidak melakukan pembayaran PPH dari bisnis tersebut.
"Bila telah menyangkut masyarakat banyak serta terindikasi melakukan munilatif penipuan data dan bila kenyataan ini jelas terbukti ,pihak Dinas Peternakan seharusnya tanggap meninjau Ulang perizinaannya peternakan ini "tegasnya.(mpr/nurt).